ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Update Erupsi Semeru: 50 Meninggal dan 10.400 Warga Masih Mengungsi

Senin, 20 Desember 2021 | 21:53 WIB
JM
JM
Penulis: Jeis Montesori | Editor: JEM
Aparat TNI dengan setia membantu masyarakat korban bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 9 Desember 2021.
Aparat TNI dengan setia membantu masyarakat korban bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Kamis, 9 Desember 2021. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memperbarui data pengungsi korban erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Data terbaru Senin (20/12/2021) menyebutkan total korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 50 jiwa dan 10.400 warga masih mengungsi di 406 titik pengungsian.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, BNPB Abdul Muhari menjelaskan, sebelumnya korban meninggal dunia tercatat 49 jiwa, namun pada hari ini satu warga yang mengalami luka berat dikonfirmasi meninggal dunia sehingga jumlah korban meninggal dunia menjadi 50 orang.

"Selain itu, petugas SAR gabungan juga mengumpulkan lagi 5 potongan tubuh dari lokasi terdampak bencana," kata Abdul Muhari melalui siaran pers, Senin (20/12/2021) malam.

Sementara itu untuk para pengungsi sebagian besar warga mengungsi di dalam wilayah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Titik pengungsian di Kabupaten Lumajang masih terpusat di tiga kecamatan, yaitu Kecamatan Candipuro ada 21 titik dengan 4.645 jiwa, Pasirian 17 titik dengan 1.732 jiwa, dan Pronojiwo 4 titik dengan 1.077 jiwa.

ADVERTISEMENT

"Selain terpusat di tiga kecamatan, sebaran titik pengungsian lainnya di wilayah Kabupaten Lumajang seperti di Sumbersuko, Pasrujambe, dan Lumajang," kata Abdul.

Pos Komando (Posko) Penanganan Darurat Bencana Awan Panas dan Guguran Gunung Semeru, lanjut Abdul, terus memutakhirkan data warga mengungsi. 

Dikatakan, titik pengungsian di luar Kabupaten Lumajang juga teridentifikasi di Kabupaten Malang 9 titik dengan total 341 jiwa, Blitar 1 titik ada 20 jiwa, Probolinggo 1 titik  sebanyak 11 jiwa, dan Jember 3 titik sebanyak 13 jiwa.

"Memasuki minggu ketiga, penanganan bencana masih memfokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga di titik-titik pengungsian di antaranya makanan, kesehatan, dan pendidikan," ujar Abdul.

Posko secara pararel juga melakukan pembersihan lahan yang nantinya akan digunakan sebagai lokasi relokasi. Hingga hari ini, kegiatan pembersihan area relokasi yang berada di Desa Sumber Mujur isudah mencapai 17%.

Sementara itu, data sementara untuk total rumah rusak akibat awan panas guguran (APG) mencapai 1.027 buah dengan perrincian rumah rusak berat 505 unit di Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro. Sedangkan di Desa Supituriang, Kecamatan Pronojiwo, rumah rusak berat sebanyak 437 unit dan rusak ringan 85 unit.

Awan Panas Guguran Semeru

Abdul mengatakan, pada Senin ini, aktivitas vulkanik Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Malang dan Lumajang masih terus terjadi.

Pos Pengamatan Gunung api memantau adanya 1 kali awan panas guguran dengan jarak luncur 3.000 meter arah Besuk Kobokan dan 1 kali APG dengan jarak luncur 200 meter arah Curah Kobokan.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru masih berstatus level III atau Siaga, yang statusnya dinaikkan sejak 16 Desember 2021 lalu.

Dengan kenaikan aktivitas vukanik, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memberikan rekomendasikan pertama, tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Kedua, tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

"Selanjutnya, mewaspadai potensi (APG), guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan," kata Abdul.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT