Penurunan Kemiskinan di Desa Lebih Cepat Dibandingkan Kota
Senin, 17 Januari 2022 | 13:22 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, persentase penduduk miskin pada September 2021 sebesar 9,71%, turun 0,43% poin terhadap Maret 2021 dan turun 0,48% poin terhadap September 2020.
Sehingga, jumlah penduduk miskin pada September 2021 menjadi 26,50 juta orang, turun 1,04 juta orang terhadap Maret 2020 dan turun 1,05 juta orang terhadap September 2020.
Baca Juga: BPS: Dalam Setahun, Penduduk Miskin Turun 1,05 Juta Jiwa
Kepala BPS Margo Yuwono mengungkapkan, berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase kemiskinan di perkotaan turun dari 7,89% pada Maret 2021 menjadi 7,60% pada September 2021. Sementara itu, di perdesaan turun dari 13,10% menjadi 12,53%.
Untuk jumlahnya, di perkotaan mencapai 11,86 juta atau turun 0,32 juta dari sebelumnya 12,18 juta pada Maret 2021. Sedangkan di perdesaan mencapai 14,64 juta atau turun 0,73 juta dari sebelumnya 15,37 juta.
"Kemiskinan di desa lebih tinggi dibandingkan di kota, jaraknya cukup lebar. Artinya disparitas kemiskinan perkotaan dan perdesaan masih tinggi," kata Margo Yuwono dalam konferensi pers pemaparan kondisi kemiskinan Indonesia, Senin (17/1/2022).
Baca Juga: BPS: Ditopang Industri Pengolahan, Ekspor Desember Naik 35%
Tetapi yang menggembirakan, kata Margo Yuwono, tren penurunan kemiskinan di perdesaan lebih cepat. Artinya, apabila pemerintah berupaya bagaimana membangun pertanian, bagaimana membangun dari pinggiran, itu sudah mulai terasa dampaknya.
"Kalau kecepatan penurunan kemiskinan di desa ini terus dijaga, maka disparitasnya lambat laun akan semakin mengecil," tandasnya.
Jika dilihat menurut pulau, kata Margo Yuwono, persentase penduduk miskin terbesar berada di wilayah Pulau Maluku dan Papua, yaitu sebesar 20,43%. Sementara itu, persentase penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan sebesar 5,85%.
Baca Juga: Meningkat, Angka Kemiskinan di Kabupaten Tangerang
Sementara itu dari sisi jumlah, sebagian besar penduduk miskin masih berada di Pulau Jawa sebanyak 14,02 juta orang, sedangkan jumlah penduduk miskin terendah berada di Pulau Kalimantan sebanyak 0,98 juta orang.
"Untuk garis Kemiskinan pada September 2021 adalah sebesar Rp 486.168 per kapita per bulan. Dibandingkan Maret 2021, garis kemiskinan naik sebesar 2,89%. Sementara jika dibandingkan September 2020, terjadi kenaikan sebesar 5,93%," ungkap Yuwono.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




