ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Telegram Mulai Batasi Akses Saluran Hamas Secara Diam-diam

Jumat, 3 November 2023 | 19:39 WIB
WP
WP
Penulis: Winda Destiana Putri | Editor: WDP
Ilustrasi telegram.
Ilustrasi telegram. (Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Aplikasi asal Rusia, Telegram, diam-diam mulai membatasi akses ke beberapa saluran yang berhubungan dengan kelompok militan Hamas. Akun resmi Hamas, Brigade Qassam, dan Gaza Now kini tidak dapat diakses.

Dilansir dari Al-Jazeera, Jumat (3/11/2023) hingga saat ini, akun-akun Telegram tersebut tidak dapat dibuka melalui versi Telegram yang diunduh dari Google Play atau App Store Apple. Padahal sebelumnya, pengguna memiliki akses bebas ke saluran-saluran tersebut.

Namun demikian, akun-akun ini, yang telah mendapatkan ratusan ribu pengikut baru sejak serangan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober, masih dapat diakses melalui versi online Telegram dan versi yang diunduh langsung dari situs web Telegram.

ADVERTISEMENT

Pembatasan akses ini muncul setelah Zachor Legal Institute, sebuah kelompok penglobaran berbasis di Amerika Serikat yang mempromosikan gerakan anti-Israel, menulis surat kepada Apple mengenai akun-akun Hamas yang masih dapat diakses di platform iOS.

Baik Apple maupun Telegram belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar ini. Namun, Google menyatakan dalam pernyataannya bahwa Google Play mengharuskan aplikasi yang menampilkan konten yang dibuat oleh pengguna untuk melakukan moderasi terhadap konten yang mengerikan.

Google menyebutkan bahwa konten yang dibagikan oleh akun-akun tersebut termasuk materi yang mendorong tindakan teroris, menghasut kekerasan, atau merayakan serangan teroris, seperti yang dituduhkan oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, Inggris, Kanada, Australia, Jepang, dan Paraguay.

Telegram sendiri telah sering digunakan oleh Hamas untuk mempromosikan pesan mereka dan menggunakan aplikasi tersebut untuk menyiarkan serangan terhadap komunitas Israel selatan secara langsung.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Rusia Tuding Telegram Bantu Aktivitas Teroris

Rusia Tuding Telegram Bantu Aktivitas Teroris

INTERNASIONAL
CEO Telegram Ajukan Diri Beli Perhiasan Curian dari Museum Louvre

CEO Telegram Ajukan Diri Beli Perhiasan Curian dari Museum Louvre

INTERNASIONAL
WhatsApp Ungkap Upaya Rusia untuk Blokir Layanannya

WhatsApp Ungkap Upaya Rusia untuk Blokir Layanannya

OTOTEKNO
Rusia Blokir Sebagian Panggilan WhatsApp dan Telegram, Ini Alasannya

Rusia Blokir Sebagian Panggilan WhatsApp dan Telegram, Ini Alasannya

INTERNASIONAL
Admin Grup Telegram Konten Pornografi LGBT Ditangkap di Balikpapan

Admin Grup Telegram Konten Pornografi LGBT Ditangkap di Balikpapan

NUSANTARA
Viral! Grup Telegram Berisi 70.000 Pria Bagikan Konten Pemerkosaan

Viral! Grup Telegram Berisi 70.000 Pria Bagikan Konten Pemerkosaan

INTERNASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT