Mengenal Perplexity AI dan Perbedaannya dengan ChatGPT
Selasa, 19 Desember 2023 | 17:12 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah menjadi bagian integral dari dunia teknologi. Saat ini banyak chatbot AI yang membantu aktivitas manusia, salah satunya adalah Perplexity AI yang digadang-gadang mampu menyaingi ChatGPT milik OpenAI.
Mengenal Perplexity AI
Perplexity AI didirikan oleh empat orang yang ahli dalam dunia AI, yaitu perancang ChatGPT Aravind Srinivas, penggiat AI Denis Yarats dan Johnny Ho, serta co-founder Databricks, Andy Konwinski
Perplexity AI adalah salah satu teknologi AI yang memiliki fungsi mirip dengan mesin pencarian di internet, tetapi dibuat dalam bentuk chatbot dan bisa mengakses informasi secara real-time.
Perplexity AI menunjukkan kemiripan dengan ChatGPT dalam hal kemampuan menjawab pertanyaan yang lebih kompleks. Meski keduanya memanfaatkan model bahasa yang sama, yaitu generative pre-training transformer (GPT), Perplexity AI menggunakan versi GPT-3,5, sementara ChatGPT mengadopsi versi GPT-4.
Meski keduanya memiliki kemiripan, tetapi Perplexity AI lebih menonjol dengan beberapa fitur dan ciri khasnya yang bisa menjadikannya pesaing ChatGPT.
Fitur Perplexity AI
Sebagai salah satu teknologi berbasis AI terbaru, Perplexity AI menawarnya banyak fitur canggih, yaitu;
1. Mesin pencari
Fitur sebagai mesin pencari merupakan inti dari Perplexity AI dan sangat membantu penggunanya. Setiap pertanyaan yang diajukan akan dijawab oleh chatbot ini dengan jelas dan akurat. Lebih dari itu, chatbot tersebut juga dirancang untuk memberikan jawaban yang disertai dengan sumber informasi dari media di internet.
2. Pencantuman sumber pencarian
Perplexity AI dilengkapi dengan fitur kurasi sumber, yaitu setiap sumber jawaban yang diambil oleh Perplexity AI akan dimasukkan dalam hasil pencarian. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas jawaban yang diberikan.
3. Sunting pertanyaan
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengedit pertanyaannya guna mendapatkan jawaban yang lebih memuaskan. Tentunya ini akan sangat membantu pengguna dalam mendapatkan jawaban yang terpercaya.
4. Ekstensi Chrome
Bagi pengguna yang sering menggunakan Perplexity AI di komputer atau desktop, Perplexity AI juga dapat diintegrasikan sebagai ekstensi di browser Google Chrome. Hal ini memudahkan pengguna untuk mengoperasikan Perplexity AI langsung dari browser web.
5. Terhubung ke Threads
Selain sebagai chatbot AI, Perplexity dapat dijalankan sebagai platform media sosial melalui fitur Threads (milik Meta). Dengan fitur ini, pengguna dapat berbagi dan berinteraksi dengan pengguna lain, menjadikannya lebih dari sekadar chatbot tetapi juga forum diskusi.
Perbedaan dengan ChatGPT
ChatGPT ditenagai dengan model bahasa yang dikembangkan oleh OpenAI, memanfaatkan deep learning untuk menghasilkan teks yang memiliki kemiripan bahasa manusia. Model ini berfokus pada natural language generation (NLG) dan telah terbukti memiliki tingkat akurasi yang tinggi dalam tugas-tugas linguistik.
Sementara itu, Perplexity AI adalah suatu mesin yang memungkinkan penggunanya untuk mengajukan berbagai pertanyaan dan memuaskan rasa ingin tahu. Chatbot ini juga berfungsi sebagai metrik untuk mengevaluasi model bahasa.
Dalam perbandingan tersebut, ChatGPT adalah model bahasa yang fokus pada generasi teks, sedangkan Perplexity AI menggabungkan fitur dari ChatGPT dan kemampuan mesin pencari Google. Sehingga ketika memberikan jawaban, Perplexity bisa melakukan penjelajahan di internet dan merujuk pada sumber-sumber tertentu untuk menyajikan informasi yang lebih luas dan beragam kepada pengguna.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




