ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Mengenal Fay, Anjing yang Viral Dipukul Satpam Plaza Indonesia

Selasa, 11 Juni 2024 | 15:21 WIB
MI
TE
Penulis: Muhammad Rizki Imami | Editor: TCE
Ilustrasi anjing  Belgian Malinois.
Ilustrasi anjing Belgian Malinois. (Freepik/Fanjianhua)

Jakarta, Beritasatu.com - Beredar video yang memperlihatkan seorang satpam di mal Plaza Indonesia diduga memukul keras seekor anjing penjaga. Berkat video yang viral tersebut, Nasarius, satpam yang diduga memukul seekor anjing pun dipecat dari pekerjaannya.

Namun, belakangan baru terungkap alasan Nasarius memukul kepala anjing penjaganya karena Fay (nama panggilan anjing tersebut) akan menerkam seekor anak kucing yang melintas di depannya.

Fay terpaksa dipukul agar tidak menyerang anak kucing tersebut. Dalam video klarifikasinya, Nasarius mengatakan sangat menyayangi Fay, dan tidak bermaksud melakukan kekerasan.

Fay merupakan seekor anjing dengan jenis Belgian Malinois. Namun, seperti apa karateristik anjing jenis ini? Berikut penjelasannya.

ADVERTISEMENT

Karateristik Belgian Malinois
Dilansir dari Sprucepets, Belgian Malinois merupakan ras anjing Belgia yang pada awalnya dikembangbiakkan sebagai pengembala domba. Belgian Malinois termasuk anjing ukuran sedang yang kuat, energi yang tinggi, dan kecerdasan yang tinggi. Jenis anjing tersebut bisa memiliki tinggi mulai dari 56 cm sampai 66 cm dengan bulu tebal yang biasanya berwarna cokelat kekuningan.

Kecerdasan, kekuatan, dan ketangkasannya membuat jenis anjing ini biasa digunakan dalam operasi polisi dan militer. Belgian Malinois jarang dijadikan sebagai anjing perliharaan. Energi yang tinggi membuat anjing jenis ini memerlukan rangsangan mental dan aktivitas fisik setiap hari.

Selain itu, anjing jenis ini juga terkenal dengan kesetiaannya. Belgian Malinois merupakan anjing yang penuh cinta dan kasih sayang, akan mudah baginya untuk membangun ikatan yang kuat dengan pemilik utamanya.

Cara Merawat Belgian Malinois
Belgian Malinois bukanlah anjing yang bisa dipelihara semua orang. Di balik kesetiannya, anjing ini memiliki banyak sekali energi yang harus disalurkan. Jika calon pemilik anjing ini tinggal di sebuah rumah yang sederhana atau apartemen yang kecil, mungkin harus berpikir dua kali sebelum merawatnya.

Belgian Malinois butuh ruang terbuka untuk mereka bermain dan beraktivitas. Anjing dengan jenis tersebut, cocok dimiliki seseorang yang bisa memberikan kebutuhan fisik dan pikiran mereka seperti peternak. Jenis anjing ini juga memerlukan latihan khusus untuk memastikan mereka bersikap baik.

Perawatan lain seperti bulu, makanan, dan kesehatannya sama saja dengan anjing pada umumnya. Perawatan seperti pemberian vaksin, vitamin, dan makanan bernutrisi juga hal yang perlu diperhatikan. Kemudian hindarkan bulu dari kutu dengan memandikannya.

Latihan pada Belgian Malinois
Melatih anjing jenis Belgian Malinois sejak usianya masih bayi merupakan hal yang penting. Anjing jenis ini, terkenal tidak ramah kepada jenis anjing lain apalagi hewan yang lebih kecil darinya seperti kucing. Oleh karena itu, latihan diperlukan sedari kecil untuk menjaga sikap anjing saat bertemu anjing lain atau binatang lebih kecil.

Latihan yang dilakukan memang tidak menjamin sifat agresifnya akan hilang sepenuhnya, tetapi latihan bisa mengurangi kemungkinan sifat tersebut muncul. Kejadian yang terjadi di Plaza Indonesia menunjukkan, meski sudah dibekali latihan, anjing Belgian Malinois tetap saja memiliki insting anjing yang terkadang tidak bisa ditahan.

Penyakit Belgian Malinois yang Perlu Diwaspadai
Anjing jenis Belgian Malinois bisa mengidap displasia pinggul. Penyakit ini sebenarnya merupakan penyakit umum yang diderita seekor anjing, yang memengaruhi stabilitas dan fungsi sendi pada pinggul anjing.

Penyebabnya pun cukup beragam, seperti pertumbuhan sendi yang tidak normal atau faktor genetik. Anjing dengan jenis seperti labrador, Belgian Malanois, atau anjing pengembara lainnya merupakan yang paling sering terjangkit penyakit ini.

Gejala anjing yang terkenal displasia pinggul pun cukup mudah dikenali. Biasanya anjing akan merasa nyeri dan jalannya pincang. Displasia pinggul biasa diderita saat anjing masih kecil, jika segera diobati akan semakin parah dan menimbulkan penyakit baru.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT