ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Cek Sekarang, 6 Ciri Modus Penipuan Email yang Sering Tak Disadari!

Rabu, 30 Juli 2025 | 13:21 WIB
SA
TE
Penulis: Syifa Awaliyah | Editor: TCE
Ilustrasi scammer aplikasi dating.
Ilustrasi scammer aplikasi dating. (Freepik/Racool Studio)

Jakarta, Beritasatu.com - Transformasi digital telah memberikan banyak kemudahan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam komunikasi dan pertukaran informasi. Namun, kemajuan ini juga dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan siber, salah satunya melalui modus penipuan lewat email.

Sekarang, modus semacam ini semakin marak terjadi dan sering kali sulit dikenali, terutama jika disamarkan dengan baik. Oleh karena itu, berikut ini ciri-ciri modus penipuan email yang harus Anda waspadai, agar terhindar dari jebakan siber yang berbahaya.

Ciri-ciri Modus Penipuan Email

1. Alamat email pengirim terlihat mencurigakan

Salah satu ciri paling umum dari penipuan email adalah penggunaan alamat pengirim yang tampaknya berasal dari perusahaan atau institusi resmi, tetapi terdapat sedikit perbedaan, seperti kesalahan penulisan huruf, penggunaan huruf kapital yang tidak wajar, atau tambahan simbol tertentu. Penipu sering kali sengaja membuat alamat serupa agar tidak langsung mencurigakan bagi penerima.

ADVERTISEMENT

2. Permintaan informasi pribadi

Penipuan e-mail kerap kali meminta data penting seperti nomor identitas, nomor rekening, kartu kredit, hingga kata sandi akun. E-mail semacam ini biasanya meminta balasan secara langsung dengan iming-iming hadiah atau untuk keperluan verifikasi, padahal informasi tersebut dapat disalahgunakan.

3. Pesan mendesak atau bernuansa ancaman

Ciri berikutnya adalah isi e-mail yang bersifat mendesak atau mengandung ancaman, misalnya pemberitahuan Anda diterima kerja tetapi harus membayar sejumlah uang dalam waktu 1x24 jam. Email yang menimbulkan kepanikan atau tekanan untuk segera bertindak sangat patut dicurigai sebagai modus penipuan.

4. Tautan atau link yang mencurigakan

E-mail penipuan sering menyisipkan tautan yang terlihat resmi, tetapi sebenarnya mengarahkan ke situs berbahaya atau palsu. Tautan ini bisa menjadi jalan masuk malware atau virus ke perangkat Anda. Selalu periksa keaslian domain dan hindari mengklik tautan yang mencurigakan.

5. Kesalahan bahasa dan ejaan

Banyak e-mail penipuan ditulis dengan tata bahasa dan ejaan yang buruk. Hal ini bisa menjadi indikator e-mail tidak dikirim oleh lembaga resmi. Penggunaan bahasa yang tidak profesional, susunan kalimat yang aneh, atau terkesan dibuat-buat juga merupakan tanda bahaya.

6. Identitas perusahaan tidak jelas

E-mail yang tidak mencantumkan nama, alamat, atau informasi kontak resmi dari perusahaan patut diwaspadai. Lembaga resmi biasanya mencantumkan logo, identitas jelas, dan informasi yang dapat diverifikasi.

Cara Menghindari Modus Penipuan E-mail

Setelah memahami ciri modus penipuan e-mail, langkah berikutnya adalah mengetahui cara menghindarinya. Berikut ini beberapa kiat keamanan siber untuk melindungi diri dari risiko penipuan melalui e-mail.

1. Hindari mengeklik tautan atau lampiran yang mencurigakan

Baik dari e-mail maupun pesan obrolan di platform lain, hindari membuka tautan atau file yang berasal dari sumber yang tidak jelas. Tautan semacam ini dapat mengarahkan ke situs berbahaya atau menyusupkan malware ke perangkat Anda.

2. Abaikan komunikasi dari pengirim yang tidak terverifikasi

Jika Anda menerima e-mail dari pengirim yang tidak dikenal atau mencurigakan, sebaiknya abaikan dan jangan memberikan respons apa pun. Hal ini adalah salah satu langkah awal untuk menghindari jebakan penipuan.

3. Lindungi informasi pribadi

Jangan pernah memberikan informasi sensitif seperti nomor kartu kredit, kata sandi, atau tanda tangan digital melalui e-mail. Informasi ini dapat digunakan untuk kejahatan jika jatuh ke tangan yang salah.

4. Periksa keaslian e-mail secara menyeluruh

Teliti nama pengirim, alamat e-mail, serta detail teknis dalam header email untuk memastikan apakah email tersebut benar-benar sah. Anda juga bisa memanfaatkan alat seperti Google Postmaster Tools untuk memverifikasi pengirim.

5. Gunakan keamanan tambahan pada e-mail

Lindungi akun e-mail dengan kata sandi yang kuat dan unik. Aktifkan autentikasi dua faktor untuk menambahkan lapisan keamanan. Selain itu, gunakan fitur spam filter untuk menyaring pesan masuk dan hindari membuka email yang langsung masuk ke folder spam.

Dengan mengenali ciri modus penipuan email dan menerapkan kebiasaan digital yang aman, Anda dapat meminimalisir risiko menjadi korban kejahatan siber. Selalu waspada, periksa setiap e-mail secara hati-hati, dan jangan ragu untuk menolak permintaan yang mencurigakan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT