Baru Dibeli, Pemilik BMW Seri 7 Ini Langsung Rugi Rp 750 Juta!
Minggu, 3 Agustus 2025 | 10:44 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - BMW Seri 7 memang dikenal sebagai simbol kemewahan dan teknologi terkini dari pabrikan asal Jerman. Namun siapa sangka, mobil ini juga bisa jadi contoh nyata betapa cepatnya mobil mewah mengalami penurunan nilai atau depresiasi.
Salah satu contohnya adalah BMW 760i xDrive, yang merupakan varian tertinggi dari Seri 7. Sedan ini mengandalkan mesin V8 twin-turbo bertenaga 536 daya kuda dan torsi 748 Nm, dipadu dengan sistem penggerak semua roda serta transmisi otomatis 8-percepatan. Saat pertama kali keluar dari dealer, harga mobil ini mencapai US$ 123.275 atau sekitar Rp2 miliar, berkat hampir semua opsi tambahan yang disematkan.
Tampilan luar BMW Seri 7 ini mencolok dengan pelek 20 inci, lampu depan adaptif, gril "kidney" yang bisa menyala di malam hari, dan cat eksklusif Carbon Black metalik. Di bagian dalam, kemewahan semakin terasa dengan atap Sky Lounge LED panoramik, sistem audio Bowers & Wilkins, serta layar hiburan individual untuk penumpang belakang.
“Namun di balik semua fitur canggih dan kenyamanan tersebut, mobil ini tetap tak kebal dari kenyataan pahit yaitu depresiasi harga yang sangat tinggi dalam waktu singkat,” tulis Carscoops, Minggu (3/8/2025).
Meski baru menempuh jarak 6.500 mil atau sekitar 10.460 kilometer, BMW Seri 7 ini baru saja dijual kembali dengan harga hanya US$ 77.286 (sekitar Rp 1,25 miliar). Artinya, mobil tersebut kehilangan nilai sekitar US$ 45.989 atau hampir Rp 750 juta, bahkan sebelum harus menjalani penggantian oli pertama.
Jika dihitung, setiap mil yang ditempuh mobil ini setara dengan depresiasi sekitar US$ 7,07 atau lebih dari Rp 115.000.
Meski unit ini dijual lewat lelang dan kemungkinan penjualnya tidak benar-benar rugi, nasib pemilik pertamanya jelas tidak seberuntung itu. Kehilangan hampir Rp 750 juta hanya dalam beberapa bulan adalah tamparan telak, bahkan untuk pemilik BMW Seri 7.
Kisah ini menunjukkan bahwa meskipun BMW Seri 7 menghadirkan performa dan kenyamanan kelas atas, ia juga menyimpan risiko besar dalam hal nilai jual kembali, sebuah hal yang perlu dipertimbangkan, bahkan oleh kalangan berduit sekalipun.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




