ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Ilmuwan Ungkap Indra Ketujuh Manusia yang Bisa Merasa Tanpa Sentuh

Rabu, 12 November 2025 | 10:46 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Ilmuwan temukan kemampuan manusia merasakan benda tersembunyi tanpa menyentuh yang diyakini merupakan indra ketujuh manusia.
Ilmuwan temukan kemampuan manusia merasakan benda tersembunyi tanpa menyentuh yang diyakini merupakan indra ketujuh manusia. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Para ilmuwan kini menemukan fenomena yang mereka sebut “remote touch”, kemampuan manusia merasakan benda tanpa menyentuhnya secara langsung, seolah memiliki “indra ketujuh” yang lebih menakjubkan dari yang pernah dibayangkan.

Remote touch adalah kemampuan mendeteksi objek yang tersembunyi di dalam material granular, seperti pasir. Di dunia hewan, beberapa burung pantai, misalnya plover, sudah menggunakan kemampuan ini di mana  mereka menyelamkan paruh ke dalam pasir untuk menemukan mangsa dengan mengandalkan tekanan dan getaran.

Penelitian terbaru menunjukkan kemampuan serupa juga dimiliki manusia. Dalam percobaan pertama, relawan diminta menemukan objek yang terkubur di pasir hanya menggunakan ujung jari. 

“Hasilnya mengejutkan di mana mereka berhasil sekitar 70 persen dari waktu, meski ada lapisan pasir yang cukup tebal menutupi objek. Jarak median deteksi mencapai 2,7 cm, sementara jarak maksimum bisa hingga 6,9 cm,” jelas IFL Science, Rabu (12/11/2025). 

ADVERTISEMENT

Para peneliti menjelaskan, secara teori hal ini hampir mustahil karena sinyal yang muncul berasal dari pergeseran sangat kecil di pasir di sekitar objek. Namun dengan perhitungan fisika dan matematika, terlihat bahwa indera ini memang mampu mendeteksi gangguan hingga sekitar 7 cm.

Kemampuan remote touch tidak hanya menambah wawasan tentang indera manusia, tetapi juga memiliki potensi praktis. Misalnya, kemampuan ini bisa membantu menemukan artefak arkeologi tanpa merusak situs, atau menjelajahi medan berpasir dan granular, termasuk di tanah Mars atau dasar laut. Para peneliti mencatat, banyak aplikasi praktis seperti ini kemungkinan besar akan mengandalkan robot, bukan manusia secara langsung.

Dalam percobaan kedua, tim peneliti menggunakan sensor taktil robotik yang dilatih dengan algoritma Long Short-Term Memory (LSTM) untuk meniru kemampuan manusia. Hasilnya mengejutkan: robot mampu mendeteksi objek dari jarak hingga 7,1 cm, dengan jarak median 6 cm, meski tingkat akurasinya lebih rendah, sekitar 40 persen.

“Yang menarik, penelitian manusia dan robot saling menginspirasi,” kata Lorenzo Jamone, profesor Robotika dan AI di University College London. 

Dengan pemahaman lebih baik tentang remote touch, para peneliti berharap insinyur masa depan dapat merancang sistem robotik khusus untuk kondisi di mana sentuhan langsung atau penglihatan terbatas. Teknologi ini juga bisa menghasilkan alat bantu yang memperluas persepsi taktil manusia. Sistem berbasis sentuhan ini memungkinkan eksplorasi tersembunyi atau berbahaya menjadi lebih aman, cerdas, dan efektif.

Secara keseluruhan, penemuan remote touch menggabungkan psikologi, robotika, dan AI untuk membuka kemungkinan baru dalam sains dan teknologi, menghadirkan cara baru bagi manusia dan mesin untuk “merasakan” dunia di sekitar mereka.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT