Serangan Trojan Perbankan pada Ponsel Android Melonjak 56 Persen
Senin, 9 Maret 2026 | 05:33 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Serangan trojan perbankan di ponsel pintar Android meningkat 56% pada 2025 dibandingkan tahun sebelumnya, menurut laporan Mobile Malware Evolution dari Kaspersky.
Jenis malware ini dirancang untuk mencuri data kredensial pengguna, termasuk akses perbankan online, pembayaran digital, dan informasi kartu kredit. Trojan biasanya disebarkan melalui aplikasi perpesanan atau situs web berbahaya.
Jumlah paket instalasi trojan baru untuk Android (file APK unik) melonjak 255.090 paket, naik 271% dibanding 2024, yang menunjukkan malware ini memberikan keuntungan besar bagi pelaku kejahatan siber. Kaspersky memprediksi para penyerang akan terus mengembangkan varian trojan baru untuk menghindari deteksi.
Pemimpin tim analis malware Kaspersky, Anton Kivva mengatakan, meskipun trojan perbankan untuk ponsel pintar adalah jenis malware yang paling cepat berkembang, Kaspersky juga mengamati tren penting lainnya. Backdoor yang sudah terpasang sebelumnya, seperti triada dan keenadu, muncul lebih sering dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
"Orang-orang membeli perangkat Android yang benar-benar baru, tetapi terinfeksi, dan mungkin tidak menyadari ancaman tersebut," kata Anton dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (9/3/2026).
Setelah terintegrasi ke dalam firmware, backdoor yang sudah terpasang sebelumnya dan berfungsi penuh akan memberi penyerang kendali tak terbatas atas ponsel pintar dan tablet korban. Akibatnya, semua informasi pada perangkat yang terinfeksi dapat dikompromikan.
"Sangat sulit untuk menghapus malware semacam itu. Apabila perangkat terinfeksi, kami merekomendasikan pengguna untuk memeriksa pembaruan firmware. Setelah pembaruan, jalankan pemindaian perangkat dengan solusi keamanan lagi untuk memastikan firmware yang baru diinstal tidak terinfeksi,” kata Anton Kivva.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




