ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Bugatti Pusing Cari Ban yang Mampu Jinakkan Tourbillon 1.800 Daya Kuda

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:44 WIB
WT
WT
Penulis: Wahyu Sahala Tua | Editor: WS
Bugatti hadapi tantangan krusial dalam menyalurkan tenaga Tourbillon. Mereka menggandeng Michelin kembangkan ban khusus agar hypercar tetap stabil dan presisi.
Bugatti hadapi tantangan krusial dalam menyalurkan tenaga Tourbillon. Mereka menggandeng Michelin kembangkan ban khusus agar hypercar tetap stabil dan presisi. (Google)

Jakarta, Beritasatu.com - Masalah krusial ini ternyata menjadi tantangan terbesar yang harus diselesaikan Bugatti sebelum menyempurnakan performa hypercar terbarunya, Tourbillon. Bukan soal mesin hybrid V16 atau sistem elektronik canggih, melainkan mencari ban yang mampu menyalurkan tenaga buas hingga 1.800 daya kuda ke permukaan aspal secara aman.

Sebagai penerus tahta Bugatti Chiron, Tourbillon langsung menyita perhatian dunia otomotif berkat kombinasi mesin hybrid V16 berkapasitas 8,3 liter yang menghasilkan tenaga fantastis sebesar 1.800 daya kuda. Mobil ini juga tampil berbeda dari tren kendaraan modern dengan mempertahankan sentuhan mekanis mewah yang terinspirasi dari jam tangan premium Swiss.

Namun di balik kemegahan desain dan performanya, para insinyur Bugatti justru menghadapi tantangan yang jauh lebih kompleks. 

“Untuk mobil dengan spesifikasi seekstrem Tourbillon, penggunaan ban performa tinggi yang tersedia di pasaran dianggap tidak cukup untuk menjamin kestabilan dan keselamatan saat melaju pada kecepatan sangat tinggi,” tulis Autoblog, Sabtu (20/6/2026). 

ADVERTISEMENT

Melalui episode pengembangan terbaru bertajuk A New Era, Bugatti mengungkap proses di balik layar kolaborasinya dengan Michelin dalam mengembangkan ban khusus yang dirancang dari nol untuk Tourbillon. Kerja sama tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh potensi mobil dapat dimanfaatkan secara optimal.

Untuk menguji berbagai kandidat ban, Bugatti membawa Tourbillon ke fasilitas pengujian rahasia Michelin di Ladoux, Prancis. Pengujian ini menjadi bagian dari rangkaian pengembangan ekstrem setelah sebelumnya prototipe Tourbillon diuji di medan bersalju Swedia dan lintasan kecepatan tinggi Nardò, Italia.

Menurut Kepala Penguji dan Pembalap Pengembangan Bugatti, Miroslav Zrnčević, pengujian di Ladoux bertujuan menentukan spesifikasi ban terbaik dari sejumlah kandidat yang telah dikembangkan sejak tahap awal proyek.

Setelah berbulan-bulan menjalani simulasi digital dan diskusi teknis mendalam, Bugatti bersama Michelin berhasil mempersempit pilihan menjadi tiga set ban terbaik. Ketiganya kemudian diuji melalui berbagai skenario ekstrem, mulai dari tikungan berkecepatan tinggi hingga manuver handling agresif guna mengukur tingkat cengkeraman, stabilitas, dan daya tahannya.

Di sinilah masalah krusial yang dihadapi Bugatti semakin terlihat. Tim pengembang tidak hanya harus mencari ban dengan daya cengkeram tinggi, tetapi juga memastikan karakter ban mampu mendukung kepribadian Tourbillon sebagai hypercar yang tetap presisi dan nyaman dikendalikan di batas performa tertinggi.

Karena itu, proses evaluasi tidak hanya mengandalkan data komputer. Para pembalap penguji turut memberikan masukan langsung terkait karakter masing-masing ban, termasuk bagaimana respons kendaraan saat berakselerasi, bermanuver, maupun melakukan pengereman dalam kondisi ekstrem. Tantangan lainnya adalah pengembangan mobil dan ban yang harus dilakukan secara bersamaan. 

“Kondisi tersebut memaksa Bugatti mengambil sejumlah keputusan penting sebelum seluruh sistem elektronik kendaraan selesai dikembangkan, agar Michelin memiliki cukup waktu untuk memproduksi dan menguji ban final sebelum proses produksi massal dimulai,” jelas Autoblog. 

Kini, setelah kandidat terbaik berhasil dipilih, Bugatti memasuki tahap pengembangan berikutnya. Pabrikan asal Prancis itu mulai menyempurnakan sistem kemudi, suspensi, peredam kejut (damper), serta berbagai sistem elektronik pintar agar selaras dengan karakter ban yang telah ditetapkan.

Bagi Bugatti, keberhasilan menemukan ban yang tepat bukan sekadar urusan komponen pendukung, melainkan fondasi utama untuk menjinakkan tenaga 1.800 daya kuda milik Tourbillon. Sebab, masalah krusial tersebut pada akhirnya akan menentukan apakah seluruh potensi hypercar ini dapat disalurkan secara aman saat melesat di kecepatan ekstrem.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon