Menghilang Saat Laga Penting, Kapten Arsenal Martin Odegaard Dikritik
Minggu, 4 Mei 2025 | 12:50 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pesepak bola Martin Odegaard kembali jadi sorotan setelah tampil di bawah standar saat Arsenal tumbang 0-1 dari Paris Saint-Germain di leg pertama semifinal Liga Champions dan kalah 2-1 saat bertemu Bournemouth di ajang Liga Inggris, Sabtu (3/5/2025).
Kritikan datang karena sebagai kapten tim, Martin Odegaard dinilai gagal memimpin dan tampil tanpa pengaruh di laga terpenting musim ini. Misalnya saat bertemu dengan Paris Saint-Germain, di mana Martin Odegaard tak melepaskan satu pun tembakan.
“Ia hanya menciptakan satu peluang dan mencatat empat umpan ke depan, angka yang sangat minim dibanding dua rekan gelandangnya, Mikel Merino dan Declan Rice, yang total melepaskan 20 umpan progresif. Kritik pun mengalir deras dari pengamat dan fan,” kritik Sky Sports, Minggu (4/5/2025).
Terbaru, Martin Odegaard masih terasa biasa-biasa saja kala memimpin Arsenal melawan Bournemouth. Ia hanya tercatat melakukan tembakan dua kali ke arah gawang Bournemouth.

Performa mengecewakan ini bukan yang pertama. Statistik memperlihatkan penurunan kontribusi Odegaard sepanjang musim. Ia sempat melewati hampir 300 hari tanpa mencetak gol dari open play, baik untuk klub maupun timnas, dari April 2024 hingga Februari 2025. Meski sempat mencetak dua gol pada bulan Februari, kontribusinya setelah itu minim: dua assist dari bola mati dan satu dari momen kebetulan.
Sebagai perbandingan, pada musim 2022/2023, Martin Odegaard mencetak 15 gol di Premier League. Musim berikutnya, ia mencatat 10 assist, tertinggi ketiga di liga. Tapi musim ini? Baru lima gol dan delapan assist di semua kompetisi.
Meski demikian, Martin Odegaard masih masuk dalam jajaran pengumpan kreatif, ia bersaing dengan Mohamed Salah dalam statistik passes leading to a shot. Ia juga punya peran penting dalam strategi pressing Mikel Arteta dan jadi penghubung antara pelatih dan pemain saat terjadi perubahan taktik.
“Tapi itu belum cukup menutupi fakta bahwa elemen penting lain dari permainannya, seperti dribel sukses dan kemenangan duel, malah turun drastis. Dua aspek ini justru krusial untuk gaya main cepat dan menekan khas Arsenal,” analisa Sky Sports.
Penurunan performa Martin Odegaard diyakini dipengaruhi beberapa hal seperti cedera engkel di awal musim, kondisi fisik yang menurun karena sakit saat libur Natal 2025, hingga rotasi pemain akibat cedera Kai Havertz, Gabriel Jesus, dan Thomas Partey.
Kombinasi faktor-faktor itu mengacaukan ritme permainannya. Sayangnya, ketika Arsenal butuh kepemimpinan dari sang kapten, justru Rice dan Merino yang lebih menonjol di lapangan.
Kini, Martin Odegaard dituntut bangkit dan menunjukkan kualitasnya di leg kedua semifinal pekan depan di Paris. Ia memang berjanji akan tampil habis-habisan. Tapi yang jadi pertanyaan: apakah sang kapten masih punya cukup "bahan bakar" untuk mengangkat tim di momen genting?
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




