Jelang Kejuaraan Dunia U-21: Penampilan Timnas Voli Terus Membaik
Senin, 7 Juli 2025 | 16:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Penampilan timnas putra Indonesia makin membaik menjelang tampil di Kejuaraan Dunia U-21 yang digelar 18-27 Agustus mendatang di China.
Terus membaiknya penampilan timnas voli U-21 Indonesia tersebut dapat dilihat saat mengalahkan tim putra senior TNI AU di Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul, Bogor, Jumat (4/7/2025).
“Kalau melihat statistik, para pemain sudah meningkat penampilannya, terutama dalam receive atau penerimaan bola pertama. Kekurangan yang masih kelihatan saat break point,” kata pelatih Nur Widayanto, Minggu (6/7/2025).
Menurut mantan pemain timnas Indonesia tersebut, kualitas servis para pemainnya sebenarnya cukup menyulitkan tim TNI AU yang dimotori pemain senior Sigit Ardian.
Ketika dapat kesempatan servis pertama dan hasilnya menyulitkan atau membuat poin, kualitas servis berikutnya kadang berubah, sehingga mudah diterima lawan atau justru gagal.
“Ketika servis menyulitkan lawan, tim tersebut berpeluang dapat point lewat blok dan counter attack,” kata Nur, mantan pemain Samator ini.
Pelatih asal Karanganyar ini membandingkan penampilan para pemainnya saat bertanding di kejuaraan di Taiwan beberapa waktu lalu. “Saat di Taiwan itu kita lemah pada receive dan servis.
Saat melawan TNI AU jauh lebih baik dibanding saat di Taiwan. Break point memang masih kurang, tetapi lebih baik juga dibandingkan saat di Taiwan,” katanya.
Nur berharap mental para pemain juga meningkat satu bulan menjelang Kejuaraan Dunia U-21 digelar. “Saya pikir sangat bagus karena yang dihadapi pemain senior seperti TNI AU. Itu menguatkan mental anak-anak. Mental kudu diasah saat poin-poin kritis, di atas skor 20,” ujar Nurwe, panggilannya.
Dalam pertandingan tersebut, timnas voli U-21 Indonesia menang 3-2 (23-25, 25-17, 26-24, 22-25, dan 15-13).
Nur mengatakan, meningkatnya penampilan tim yang dilatihnya tersebut karena akhir-akhir ini timnas voli U-21 Indonesia menjalani latihan tambahan khususnya saat receive atau penerimaan bola pertama.
“Seminggu tiga kali, pada tiap hari Selasa, Kamis, Sabtu pagi. Khusus pemain yang berposisi sebagai outside hitter dan libero latihan datang lebih awal, 30-60 menit dibandingkan pemain posisi lainnya. Kita drill latihan penerimaan bola pertama mereka. Setelah selesai, pemain lain datang kita latihan bersama memperbaiki team work atau kekurangan individu lain,” ujar pelatih 40 tahun ini.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




