ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Menpora Baru Harus Jadi Dirigen, Bukan Pemain di Dunia Olahraga

Senin, 15 September 2025 | 01:21 WIB
HS
SL
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: LES
Utut Adianto
Utut Adianto (Beritasatu.com/Anisa Fauziah)

Jakarta, Beritasatu.com –  Sosok menteri pemuda dan olahraga (menpora) baru yang akan dipilih Presiden Prabowo Subianto diharapkan mampu menciptakan harmonisasi organisasi, menjaga persatuan, serta mendorong lahirnya atlet berprestasi yang mengharumkan nama Indonesia.

Harapan tersebut disampaikan pemerhati sekaligus pembina olahraga prestasi, Deddy Prasetyo, menanggapi belum diumumkannya figur menpora baru oleh Presiden, di Jakarta, Minggu (14/9/2025).

“Masyarakat berharap Presiden Prabowo bisa memilih sosok menpora dengan pertimbangan matang. Figur yang terpilih seharusnya menjadi dirigen orkestra olahraga dan kepemudaan, bukan malah ikut menjadi pemain,” ujar Deddy.

ADVERTISEMENT

Kriteria Menpora Ideal

Deddy menegaskan tugas seorang menpora sangat berat sehingga dibutuhkan figur dengan kriteria jelas, antara lain:

  • Mengayomi: mampu mendengar keluhan yang dipimpinnya.
  • Berpengalaman: memiliki pengetahuan luas di bidang pemuda dan olahraga.
  • Visioner: optimistis namun realistis.
  • Kontekstual: memiliki program kerja berjenjang dan berkesinambungan sesuai situasi.
  • Growth mindset: pantang menyerah, belajar dari kesalahan, dan terus bergerak maju.


“Menpora juga harus memilih pembantu-pembantu yang kompeten, bukan sekadar berdasarkan kedekatan,” tegas Deddy, yang dikenal melahirkan banyak bintang tenis Indonesia melalui klub Detec.

Menurutnya, kepemimpinan Menpora harus dibangun atas integritas, kesadaran diri, empati, serta keterampilan komunikasi, strategi, dan pengambilan keputusan. Selain itu, kemampuan beradaptasi, membangun kepercayaan, serta memimpin dengan memberi contoh akan menentukan keberhasilan.

Sementara itu, pembina olahraga senior Grand Master (GM) Utut Adianto menyayangkan kondisi terkini dunia olahraga Indonesia yang diwarnai “perang dingin” antara Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat.

“Seharusnya mereka duduk bersama dengan bahasa olahraga yang menjunjung tinggi persahabatan. Jangan sampai ego sektoral membuat atlet bingung akibat dualisme dan pengkotak-kotakan,” kata Utut.

Ia menambahkan, roh olahraga Indonesia adalah persahabatan sebagaimana ditanamkan oleh para pendiri cabang olahraga. Karena itu, kepentingan yang memecah belah harus disingkirkan demi atmosfer olahraga prestasi yang sehat dan bersatu.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Apa Boleh Erick Thohir Rangkap Jabatan Menpora dan Ketua PSSI?

Apa Boleh Erick Thohir Rangkap Jabatan Menpora dan Ketua PSSI?

SPORT
Ada Reshuffle, Erick Thohir Masuk Istana Jelang Pelantikan Menpora

Ada Reshuffle, Erick Thohir Masuk Istana Jelang Pelantikan Menpora

NASIONAL
Isu Reshuffle Menguat, Dito Ariotedjo Unggah Foto Bareng Erick Thohir

Isu Reshuffle Menguat, Dito Ariotedjo Unggah Foto Bareng Erick Thohir

NASIONAL
Isu Jabat Menpora, Puteri Komarudin: Nanti Lihat Saat Pelantikan

Isu Jabat Menpora, Puteri Komarudin: Nanti Lihat Saat Pelantikan

NASIONAL
Dicopot dari Menpora, Dito Akui Belum Tahu Penggantinya

Dicopot dari Menpora, Dito Akui Belum Tahu Penggantinya

NASIONAL

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon