Rekor 13 Kali Tak Terkalahkan Persebaya Dihentikan Bhayangkara Presisi
Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:16 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Persebaya Surabaya tidak berhasil melanjutkan rekor 13 kali tak terkalahkan setelah takluk 2-1 dari Bhayangkara Presisi, Sabtu (14/2/2026) di stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jawa Timur. Dalam pertandingan itu dua gol Bhayangkara Presisi dicetak pada babak pertama oleh Bernard Doumbia dan Moussa Sidibe.
Satu-satunya gol Persebaya dicetak oleh Mihailo Perovic. Striker andalan Persebaya itu berhasil dengan baik memanfaatkan umpan Gali Freitas.
Sayangnya hingga pertandingan berakhir Persebaya tidak mampu menyamakan kedudukan untuk melanjutkan rekor tak terkalahkan tersebut. Hingga kini rekor tak terkalahkan terpanjang masih dipegang oleh Persib Bandung dengan catatan 18 kali tak pernah kalah.
Jalannya pertandingan Persebaya Surabaya dan Bhayangkara Presisi diketahui berlangsung timpang sebelah pada babak pertama. Hadirnya pemain-pemain baru Bhayangkara Presisi membuat Persebaya Surabaya masih meraba-raba skema pertandingan lawannya itu.
Sebaliknya pelatih Bhayangkara FC Paul Munster justru seolah mampu membaca gaya Persebaya karena sebelumnya pernah menjadi arsitek Bajul Ijo.
Keputusan The Guardian untuk memperkuat lini serang pada jendela transfer tengah musim ini memang membuat Bhayangkara Presisi jadi lebih variatif dalam melakukan serangan. Kondisi ini yang membuat Persebaya kesulitan dalam mengantisipasi serangan Bhayangkara Presisi.
Ryo Matsumura juga cukup rajin menghadirkan pola-pola serangan baru untuk menekan lini pertahanan Persebaya. Tidak heran jika penguasan bola Bhayangkara Presisi atas Persebaya Surabaya nyaris mencapai 60 persen.
Dominasi lini tengah Bhayangkara Presisi membuat Persebaya kesulitan untuk mengganggu kiper Bhayangkara Presisi, Muchamad Aqil Savik.
Tidak ada satu pun tendangan Persebaya FC yang tepat ke gawang Bhayangkara FC pada babak pertama. Dari tiga percobaan tidak ada satu pun yang mengganggu Muchamad Aqil Savik.
Pada babak kedua pelati Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares mulai memberikan tekanan pada Bhayangkara FC. Ia mendorong para pemain Persebaya untuk lebih berani memainkan bola-bola cepat dan menekan jantung pertahanan Bhayangkara FC. Hasilnya Mihailo Perovic berhasil dengan baik memanfaatkan umpan Gali Freitas untuk mengejar defisit gol.
Sejak gol tersebut intensitas pertandingan menguat. Kedua tim sama-sama saling menekan. Hanya saja Bhayangkara Presisi berupaya memegang bola lebih lama agar waktu pertandingan terbuang. Alhasil hingga pertandingan selesai Persebaya Surabaya kesulitan menambah gol.
Hasil ini membuat Persebaya Surabaya masih tertahan di posisi lima. Sebaliknya, Bhayangkara Presisi kini ada di posisi delapan dengan poin 29.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Harga Emas Dunia Tertekan Imbas Data Tenaga Kerja AS yang Kuat




