Janice Tjen Tantang Peringkat 6 Dunia di Dubai Championship 2026
Selasa, 17 Februari 2026 | 21:00 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Petenis tunggal putri andalan Indonesia, Janice Tjen, sukses memastikan langkah ke babak 16 besar turnamen WTA 1000 Dubai Tennis Championships 2026. Kepastian ini didapat setelah Janice menunjukkan performa luar biasa dalam dua pertandingan awal yang menguras energi dan emosi. Di babak perebutan tempat perempat final yang dijadwalkan berlangsung Rabu (18/2/2026), Janice akan menghadapi ujian terberatnya pekan ini, yakni melawan petenis peringkat 6 dunia asal Amerika Serikat, Amanda Anisimova.
Langkah Janice menuju babak 16 besar tergolong sangat impresif mengingat statusnya sebagai pemain non-unggulan. Pada babak pertama, atlet lulusan Universitas Pepperdine ini berhasil meredam perlawanan keras Dayana Yastremska dengan skor meyakinkan. Kejutan besar kemudian tercipta di babak kedua saat Janice mampu menumbangkan finalis US Open, Leylah Fernandez, melalui duel dua set langsung yang diwarnai perebutan poin kritis pada sesi tie-break.
Sementara itu, berdasarkan penelusuran Beritasatu.com, Selasa (17/2/2026), Amanda Anisimova melenggang ke babak 16 besar dengan status sebagai salah satu kandidat kuat juara di Dubai. Sebagai unggulan kedua dalam turnamen ini, Anisimova mendapatkan fasilitas bye pada babak pertama dan langsung bertanding di babak kedua. Tanpa kesulitan berarti, petenis kebanggaan Amerika Serikat tersebut berhasil menyingkirkan mantan juara Grand Slam, Barbora Krejcikova, melalui permainan agresif yang menjadi ciri khasnya selama ini.
Pertemuan ini menjadi sangat menarik karena Anisimova sedang berada dalam performa puncak setelah menjalani musim 2025 yang fenomenal. Petenis yang sempat menembus peringkat 3 dunia pada Januari 2026 tersebut dikenal memiliki pukulan groundstroke yang sangat bertenaga dan datar. Anisimova memiliki kemampuan istimewa dalam mengambil bola lebih awal yang seringkali membuat lawan-lawannya kehilangan waktu untuk melakukan antisipasi di area baseline.
Di sisi lain, Janice Tjen datang dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah secara konsisten menembus jajaran 50 besar dunia pada Februari tahun ini. Janice memiliki gaya permainan yang sangat berbeda dengan Anisimova, di mana ia lebih mengandalkan kelincahan pergerakan kaki dan variasi pukulan untuk mematahkan ritme lawan. Kemampuan pertahanan Janice yang solid akan diuji habis-habisan oleh gempuran serangan cepat yang biasanya dilancarkan oleh Anisimova sejak awal set.
Profil Amanda Anisimova sendiri mencerminkan kebangkitan karier yang luar biasa setelah ia sempat mengambil jeda panjang untuk kesehatan mentalnya. Sejak kembali ke tur profesional, ia berhasil mencapai final di dua turnamen Grand Slam, yakni Wimbledon dan US Open pada musim lalu. Pengalaman bertanding di level tertinggi serta ketangguhan mental dalam menghadapi poin-poin krusial menjadi senjata utama petenis berusia 24 tahun tersebut dalam menghadapi setiap lawan di lapangan keras.
Bagi Janice Tjen, menghadapi pemain sekaliber Anisimova merupakan kesempatan emas untuk membuktikan kapasitasnya di panggung elite dunia. Janice tercatat sebagai petenis Indonesia pertama di abad ke-21 yang mampu bersaing secara reguler di turnamen level WTA 1000. Strategi transisi dari bertahan ke menyerang yang menjadi spesialisasi Janice diharapkan mampu meredam dominasi Anisimova yang sangat bergantung pada kekuatan servis dan backhand dua tangan.
Pertandingan di Aviation Club Tennis Centre ini juga diprediksi akan menarik perhatian publik tenis internasional, mengingat status kedua pemain sebagai representasi generasi baru di tur WTA. Janice yang merupakan seorang counter-puncher cerdas harus mampu meminimalkan kesalahan sendiri dan memaksa Anisimova bermain dalam reli-reli panjang. Sebaliknya, Anisimova diprediksi akan menekan sejak awal untuk menjaga durasi pertandingan tetap singkat demi menjaga kebugaran fisiknya.
Duel babak 16 besar ini tidak hanya memperebutkan tiket ke perempat final, tetapi juga menjadi ajang pertaruhan poin penting bagi peringkat dunia keduanya. Kemenangan bagi Janice akan membawanya semakin dekat ke jajaran 40 besar dunia, sementara bagi Anisimova, hasil positif di Dubai sangat krusial untuk menjaga posisinya di jajaran lima besar dunia yang kini tengah ditempel ketat oleh rival-rival senegaranya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




