Ramai Pemain Diaspora ke Liga Indonesia, Pengamat Nilai Proses Alami
Rabu, 18 Februari 2026 | 05:01 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Bergabungnya pemain-pemain diaspora ke klub Liga Indonesia merupakan hal yang wajar dalam perjalanan karier pesepak bola profesional, terutama untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak.
“Sebagian besar pemain yang memilih kembali atau pindah ke Indonesia adalah mereka yang kesulitan menembus tim utama di klub luar negeri. Kondisi tersebut membuat mereka perlu mencari lingkungan baru demi menjaga performa.,” ujar pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni dikutip dari Antara, Selasa (17/2/2026).
Sejak awal musim 2025, sejumlah pemain berdarah Indonesia tercatat bergabung dengan klub Tanah Air. Di antaranya Jordi Amat dari Johor Darul Ta'zim ke Persija Jakarta, Rafael Struick dari Brisbane Roar ke Dewa United, Jens Raven dari FC Dordrecht ke Bali United, serta Thom Haye dan Eliano Reijnders yang merapat ke Persib Bandung.
Pada paruh musim, Shayne Pattynama bergabung dengan Persija, sementara Dion Markx merapat ke Persib. Terbaru, Mauro Zijlstra sepakat menandatangani kontrak bersama Persija, serta Ivar Jenner yang memilih bergabung dengan Dewa United.
“Pemain yang terlalu lama berada di bangku cadangan berisiko mengalami penurunan kemampuan. Karena itu, pindah ke liga yang memberi peluang tampil lebih besar bisa menjadi pilihan rasional untuk menjaga ritme permainan,” katanya.
Ia juga membedakan profil pemain diaspora yang datang ke Indonesia. Ada yang sudah melewati usia emas seperti Jordi Amat, serta yang masih dalam tahap awal karier profesional seperti Jens Raven dan Mauro Zijlstra.
Baca Juga: Debut Bela Persija, Mauro Zijlstra Dianggap Belum Tampil Maksimal
“Bagi pemain muda, kepindahan ini bisa menjadi pijakan untuk mengasah kemampuan sebelum kembali mencoba peruntungan di Eropa atau kompetisi lain.,” lanjutnya.
Meski muncul anggapan bahwa tren ini bertolak belakang dengan cita-cita pemain Indonesia yang ingin berkarier di Eropa, Kusnaeni menilai setiap pemain memiliki kebutuhan perkembangan yang berbeda.
“Bertahan di luar negeri tanpa kesempatan bermain, justru bisa menghambat kemajuan karier,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




