ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Dugaan Rasis ke Vinicius

Rabu, 18 Februari 2026 | 07:59 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Selebrasi gol striker Real Madrid Vinicius Junior yang mencetak satu gol dari kemenangan 4-1 atas Real Sociedad, Minggu 15 Februari 2026.
Selebrasi gol striker Real Madrid Vinicius Junior yang mencetak satu gol dari kemenangan 4-1 atas Real Sociedad, Minggu 15 Februari 2026. (X/@Realmadrid)

Jakarta, Beritasatu.com - Real Madrid pulang dari markas Benfica dengan kemenangan tipis 1-0 di leg pertama play-off 16 besar Liga Champions. Namun sorotan laga di Stadion Da Luz, Rabu (18/2/2026) dini hari WIB, bukan hanya soal gol indah Vinicius Junior. Ada drama panas yang membuat bintang Brasil itu ogah melanjutkan permainan.

Duduk perkara bermula pada menit ke-50. Serangan kilat Madrid dari kaki Kylian Mbappe diteruskan ke sisi kiri, tempat Vinicius menusuk ke kotak penalti. Dari sudut sempit, dia melepas tembakan keras yang bikin kiper Benfica cuma melongo. Gol cantik, Madrid unggul.

Masalah muncul saat Vinicius merayakan gol dengan tarian khasnya di dekat bendera pojok. Wasit Francois Letexier menganggap selebrasi itu berlebihan dan langsung mengeluarkan kartu kuning. Vinicius protes, emosi mulai naik, tensi pertandingan ikut memanas.

ADVERTISEMENT

Belum reda, drama lain meledak. Vinicius mendekati wasit dan melaporkan dugaan ejekan rasis dari pemain Benfica Gianluca Prestianni. Sejumlah wartawan media olahraga menyebut Prestianni diduga melontarkan kata bernada rasial. Merasa dilecehkan, Vinicius sempat berjalan ke bangku cadangan dan menolak melanjutkan laga.

"Vinicius Jr mengatakan kepada wasit dan José Mourinho bahwa Gianluca Prestianni telah melakukan pelecehan rasial terhadap dirinya. Vini mengaku Prestianni melontarkan hinaan rasial sambil menutup mulutnya dengan kaus," ujar wartawan olahrag Fabrizio Romano dalam akun X resminya @FabrizioRomano.

Situasi semakin panas pada pinggir lapangan. Adu mulut antarpemain dan staf kedua tim tak terhindarkan. Seorang ofisial Benfica bahkan diusir wasit. Laga pun dihentikan sekitar 10 menit, protokol antirasisme diaktifkan, dan pengumuman stadion dikumandangkan.

Setelah suasana mereda, pertandingan dilanjutkan hingga Madrid mengamankan kemenangan. Drama di Da Luz pun jadi perhatian dunia sepak bola.

Madrid Kecam Dugaan Rasis

Pelatih Real Madrid Álvaro Arbeloa angkat suara soal dugaan insiden rasis yang melibatkan pemain Benfica, Gianluca Prestianni, terhadap Vinicius Junior. Peristiwa itu mencoreng laga leg pertama play-off babak 16 besar Liga Champions 2025/2026 yang digelar Rabu (18/2/2026) dini hari WIB.

Arbeloa menilai kejadian tersebut jelas terlihat di lapangan dan tidak boleh dibiarkan. Ia menegaskan sepak bola harus menjadi ruang yang menjunjung tinggi rasa saling menghormati, bukan arena penghinaan.

“Semua orang bisa melihat apa yang terjadi. Sikap seperti itu harus dilawan. Kalau kita tidak saling menghormati, maka itu sudah jadi masalah besar,” tegas Arbeloa, seperti dilansir dari AP.

Pernyataan itu menambah daftar reaksi keras dari kubu Real Madrid yang mengecam segala bentuk diskriminasi di lapangan hijau. Insiden ini pun diperkirakan akan terus diselidiki oleh otoritas sepak bola Eropa.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT