Insiden Pamer Bra di Olimpiade, Ratu Es Belanda Lolos dari Sanksi
Sabtu, 21 Februari 2026 | 12:42 WIB
Milan, Beritasatu.com – Panitia penyelenggara Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 secara resmi memutuskan untuk tidak memberikan sanksi kepada atlet seluncur es asal Belanda, Jutta Leerdam (27). Keputusan ini mengakhiri kontroversi terkait insiden memperlihatkan bra (pakaian dalam wanita) yang sempat viral pascakemenangannya meraih medali emas.
Keputusan yang dirilis pada Jumat (20/2/2026) tersebut menegaskan bahwa tindakan Leerdam bukan merupakan taktik pemasaran terselubung. Direktur Pemasaran Komite Olimpiade Internasional (IOC), Anne-Sophie Voumard, menjelaskan bahwa membuka ritsleting pakaian kompetisi setelah berlomba adalah hal yang lazim dilakukan atlet seluncur cepat (speed skating) karena ketatnya kostum.
Leerdam mencuri perhatian dunia setelah memenangkan nomor 1.000 meter putri sekaligus memecahkan rekor Olimpiade pada 9 Februari 2026. Dalam balutan emosi haru, ia membuka bagian atas pakaiannya, memperlihatkan bra olahraga dari merek ternama. Foto momen tersebut dengan cepat menyebar secara global.
Meski sempat dicurigai melanggar aturan pemasaran ketat Olimpiade, IOC menyimpulkan tidak ada pelanggaran. "Membuka kunci seragam setelah kompetisi adalah praktik standar karena pakaiannya sangat ketat. Ini adalah praktik normal bagi Leerdam," tegas Voumard.
Para ahli memperkirakan insiden viral ini justru meningkatkan nilai komersial sang atlet secara drastis. Profesor Rob Wilson, ahli keuangan olahraga, memproyeksikan pendapatan Leerdam bisa mencapai US$ 10 juta hingga US$ 14 juta per tahun jika ia terus memanfaatkan prestasi dan popularitasnya di media sosial.
Namun, di balik prestasinya, Leerdam menghadapi gelombang kritik dari publik Belanda. Mantan pesepak bola Johan Derksen menjulukinya sebagai "diva" setelah Leerdam memilih bepergian ke Italia menggunakan jet pribadi alih-alih bersama rekan setimnya.
Keputusan Leerdam untuk absen dari upacara pembukaan dan menonton dari kamar hotel juga memicu perdebatan. Gaya hidupnya yang glamor di media sosial, termasuk hubungannya dengan YouTuber Jake Paul, dianggap oleh sebagian orang terlalu individualistis dan menyinggung nilai kesederhanaan tim.
Menanggapi kritik atas penampilannya, "Ratu Es" yang memiliki 6,3 juta pengikut di Instagram ini angkat bicara. Ia mengunggah foto saat menangis dengan riasan wajah yang luntur sebagai simbol perjalanan beratnya di Olimpiade.
Leerdam menegaskan bahwa gaya feminin dan riasan wajah memberinya kepercayaan diri di arena kompetisi. "Anda bisa menjadi lembut dan kuat, disiplin dan feminin pada saat yang bersamaan," tulis Leerdam.
Menurutnya, wanita tidak seharusnya membiarkan siapa pun membatasi ekspresi diri dan kemampuan atletik mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




