Kasus Rasisme Vinicius, UEFA Hukum Prestianni 1 Laga
Selasa, 24 Februari 2026 | 06:28 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain satu pertandingan kepada winger Benfica, Gianluca Prestianni, menyusul tudingan pelecehan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinícius Júnior.
Keputusan tersebut membuat Gianluca Prestianni dipastikan absen pada leg kedua play-off Liga Champions yang akan digelar Rabu (25/2/2026) waktu setempat atau Kamis (26/2/2026) dini hari WIB.
Namun, kasus dugaan rasisme Prestianni terhadap Vinicius ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut oleh UEFA dan berpotensi memunculkan sanksi tambahan apabila ditemukan bukti yang menguatkan dugaan pelanggaran.
Pada pertemuan pertama di Lisbon, Madrid menang 1-0 lewat gol tunggal Vinícius pada babak kedua.
Kasus dugaan rasisme terjadi setelah Vinícius merayakan golnya di dekat bendera sudut lapangan. Aksi tersebut memicu kemarahan suporter tuan rumah hingga laga sempat terhenti hampir 10 menit. Dalam situasi itu, Prestianni menghampiri Vinícius dan berbicara sambil menutupi mulutnya dengan jersei.
Penyerang asal Brasil tersebut kemudian menuding Gianluca Prestianni melontarkan kata bernada rasial dengan menyebutnya “monyet”. Namun, pemain Argentina itu membantah keras tuduhan tersebut dan menegaskan tidak pernah mengucapkan hinaan rasial.
Wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme, tetapi pertandingan tetap dilanjutkan karena tidak ditemukan bukti langsung di lapangan. Vinícius justru menerima kartu kuning akibat selebrasinya.
UEFA menjelaskan, sanksi dijatuhkan oleh Badan Pengawasan, Etika, dan Disiplin (CEDB) terkait dugaan perilaku diskriminatif. “Keputusan ini tidak mengurangi kemungkinan putusan lanjutan setelah investigasi yang sedang berlangsung rampung dan diserahkan kepada badan disiplin,” demikian pernyataan resmi UEFA.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, mengaku terkejut dan prihatin atas dugaan insiden rasisme tersebut. Ia juga memuji wasit yang telah mengaktifkan protokol anti-diskriminasi sesuai prosedur.
Benfica menyatakan dukungan penuh kepada Prestianni. Klub Portugal itu menilai para pemain Madrid yang mengaku mendengar hinaan berada terlalu jauh dari lokasi kejadian. Dalam pernyataan resminya, Benfica menyambut proses investigasi UEFA dan menegaskan sepenuhnya mempercayai versi yang disampaikan sang pemain.
Ketegangan juga terlihat dari reaksi suporter Benfica yang melempar botol dan benda lain ke arah Vinícius saat sang pemain melakukan selebrasi tarian pada menit ke-50.
Sejumlah pemain Madrid turut membela Vinícius. Kylian Mbappé melalui akun media sosialnya menulis, “Menarilah, Vini, dan jangan pernah berhenti. Mereka tidak akan pernah memberi tahu kita apa yang harus kita lakukan atau tidak.” Ia bahkan menilai Prestianni seharusnya tidak lagi tampil pada Liga Champions.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




