Debut Herdman Dimulai, Target Timnas Lolos Piala Dunia 2030
Kamis, 26 Maret 2026 | 23:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menegaskan target jangka panjang tim Garuda adalah lolos ke Piala Dunia FIFA 2030. Ia menyebut setiap langkah yang diambil bersama tim saat ini merupakan bagian dari proses besar menuju target tersebut, termasuk ajang FIFA Series 2026.
Baginya proses persiapan menghadapi turnamen uji coba pada jendela laga internasional FIFA ini terasa penting. Herdman menekankan dirinya dan seluruh anggota skuad Garuda sudah meraih kesuksesan kecil dengan membangun pengertian satu sama lain.
“Kami telah meraih beberapa kemenangan minggu ini. Menang di lapangan adalah hal yang paling penting. Tetapi sudah ada kemenangan besar lainnya, seperti membangun budaya baru dan menyatukan pemain,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (26/3/2026).
Ia menekankan bahwa perkembangan sebuah tim nasional tidak bisa ditempuh secara instan dan harus dilakukan bertahap. Oleh karena itu, ia berharap dukungan publik dalam setiap pengambilan keputusan demi meraih kesempatan tampil pada Piala Dunia 2030.
“Sepak bola internasional adalah langkah demi langkah. Tujuannya di sini adalah untuk lolos ke (Piala Dunia) 2030. Setiap langkah yang saya ambil dalam tiga tahun ke depan adalah bagian dari perjalanan itu,” ujar Herdman.
Ia menyebut perjalanan panjangnya akan dimulai pada laga melawan Saint Kitts and Nevis. Pertandingan nanti akan menjadi debut Herdman menangani skuad Garuda sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Januari 2026.
Eks pelatih Toronto FC itu berjanji akan meracik strategi terbaik pada laga pertamanya di hadapan publik Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Herdman menyebut sudah mempelajari pondasi serta kekuatan anak asuhnya guna mengoptimalkan permainan timnas.
“Jika melihat versi Indonesia sebelumnya, ada banyak hal yang saya sukai. Kemampuan bertahan tim, kemampuan mereka untuk tetap kompak, kuat, dan solid,” kata Herdman kepada awak media, Kamis (27/3/2026).
Meski demikian, Herdman menilai masih ada sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan, terutama dalam hal transisi dan organisasi serangan agar permainan menjadi lebih dinamis dan efektif.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




