Herdman Sebut Saint Kitts and Nevis Lawan Sulit bagi Timnas Indonesia
Sabtu, 28 Maret 2026 | 07:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Timnas Indonesia berhasil mengalahkan Saint Kitts and Nevis 4-0 dalam ajang FIFA Series, Jumat (27/3/2026). Meski menang telak, pelatih anyar John Herdman mengaku timnya sempat kesulitan menghadapi tim kawasan Karibia terebut.
Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts and Nevis merupakan salah satu laga semifinal FIFA Series yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (27/3/2026). Skuad Garuda menang 4-0 berkat brace Beckham Putra (15', 25'), serta masing-masing gol Ole Romeny (51') dan Mauro Zijlstra (75').
Herdman mengakui timnya tidak meraih kemenangan dengan mulus. Hal ini mengingat penampilan agresif yang ditunjukkan lawan, khususnya pada awal-awal babak pertama.
Menurut Herdman, tampil disiplin adalah kunci bagi Timnas Indonesia untuk meredam permainan agresif Saint Kitts and Nevis hingga akhirnya dapat melesakkan empay gol.
"Jadi saya pikir kedisiplinan untuk menahan badai awal itu sangat penting malam ini. Kami tahu mereka akan keluar menyerang pada menit-menit pertama dan jika kami bisa memastikan kami tampil disiplin di 15-20 menit pertama, kami tahu peluang kami akan datang," jelas Herdman dalam konferensi pers seusai laga.
Herdman menegaskan, Saint Kitts and Nevis bukan lawan yang mudah. Keyakinan itu didasari oleh pengalamannya saat memimpin timnas Kanada melawan Saint Kitts and Nevis dalam ajang kualifikasi Concacaf Nations League pada 2018.
Saat itu, Kanada dibuat susah payah saat menang 1-0 atas Saint Kitts and Nevis. Meski diperkuat pemain bintang sekaliber Alphonso Davies dari Bayern Munich, skor tipis bagi kemenangan Kanada masih tetap bertahan.
"Terakhir kali saya melawan St Kitts, kami, Anda tahu, kami memiliki pemain dari Bayern Munich (Alphonso Davies), kami hanya mengalahkan mereka 1-0. Itu pertandingan yang sangat sulit, di St Kitts dan Nevis," tutur Herdman.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Herdman percaya bahwa kunci kemenangan untuk melawan Saint Kitts dan Nevis adalah kedisiplinan sepanjang laga baik dalam menyerang maupun bertahan.
Jika faktor tersebut kendur, sang pelatih meyakini Saint Kitts dan Nevis akan memberikan sengatan lewat serangan balik.
"Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap. Anda tahu, mencoba mencetak lebih banyak gol ketika tim lawan bertahan, ini bisa membuat pertahanan Anda terbuka dan terkena serangan balik. Namun, malam ini kedisiplinan itu ada. Saya sangat terkesan," imbuh Herdman.
Herdman berharap kolektivitas, kedisiplinan, penampilan solid, dan ketajaman Timnas Indonesia dapat berlanjut saat bersua Bulgaria dalam ajang final FIFA Series, Senin (30/3/2026).
Bulgaria sendiri merupakan tim terkuat dalam ajang FIFA Series edisi Indonesia dengan ranking ke-85 dunia. Sebelum menembus partai puncak, wakil Eropa tersebut menang telak 10-2 atas Kepulauan Solomon.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




