Alasan Herdman Tampil Berapi-api meski Timnas Indonesia Sudah Unggul
Sabtu, 28 Maret 2026 | 08:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pelatih Timnas Indonesia John Herdman mengungkapkan alasan di balik penampilannya yang berapi-api saat Timnas Indonesia pesta gol 4-0 atas Saint Kitts and Nevis.
Pertandingan Indonesia vs Saint Kitts and Nevis merupakan salah satu laga semifinal FIFA Series yang digelar di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jumat (27/3/2026).
Hasilnya, Timnas Indonesia menang 4-0 berkat brace Beckham Putra (15', 25'), serta masing-masing gol Ole Romeny (51') dan Mauro Zijlstra (75'). Kemenangan tersebut sekaligus menandai debut manis Herdman sebagai nakhoda anyar skuad Garuda.
Selain momentum debut, gaya kepemimpinan Herdman dipinggir lapangan juga menjadi salah satu hal menarik yang terlihat sepanjang laga Indonesia vs Saint Kitts and Nevis.
Sepanjang laga, Herdman terpantau sibuk di sisi lapangan. Pelatih asal Inggris itu tak henti-hentinya memberikan instruksi dari pinggir lapangan meski skuad Garuda tengah unggul atas Saint Kitts and Nevis.
Dalam beberapa kesempatan, ia bahkan tampak membungkuk untuk memberikan instruksi kepada Jay Idzes dkk.
Herdman mengatakan, gaya kepemimpinannya tersebut bukan mengartikan dirinya merasa tidak puas dengan permainan para pemain Timnas Indonesia. Bagi Herdman, gaya berapi-api tersebut menunjukkan gairah besarnya terhadap sepak bola.
"Saya berasal dari Newcastle. Itu adalah kota sepak bola yang penuh gairah dan, saya pikir gairah itu harus ada," ucap Herdman saat menjawab pertanyaan Beritasatu.com dalam sesi konferensi pers.
Herdman menambahkan, sikap proaktif dalam memberikan instruksi di pinggir lapangan juga menjadi hal penting dari sisi taktis.
"Pada fase awal ini, pelatih harus lebih terlibat. Seiring berjalannya waktu, seiring kita terbiasa satu sama lain, dengan taktik, strategi, gaya bermain, dan identitas kita, para pemain akan lebih mengambil alih (permainan)," tutur Herdman.
Lebih lanjut, Herdman memberikan apresiasi terhadap perjuangan seluruh anak asuhnya selama pertandingan melawan St Kitts and Nevis. Menurutnya, para pemain dapat menjalankan game plan yang baik sehingga mampu tampil klinis dan cleansheet.
Pelatih kelahiran Consett tersebut juga menambahkan, bermain disiplin dan memaksimalkan peluang dari berbagai sisi merupakan kunci agar suatu tim dapat berbicara banyak di kancah internasional.
"Jadi, saya senang dengan elemen-elemen malam ini, tetapi ini baru permulaan. Saya pikir perjalanan kami masih panjang, dan kamk akan menghadapi pertandingan yang sulit melawan Bulgaria yang akan datang," tandasnya.
Selanjutnya, Timnas Indonesia akan menantang Bulgaria dalam laga final FIFA Series di Stadion GBK pada Senin (30/3/2026). Laga ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi skuad Garuda mengingat Bulgaria adalah tim terkuat di FIFA Series edisi Indonesia.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Revitalisasi Alun-alun Kota Serang Ditargetkan Rampung Desember 2026




