Raphinha Minta Maaf atas Gestur Kontroversial ke Suporter Atletico
Kamis, 16 April 2026 | 13:08 WIB
Madrid, Beritasatu.com — Penyerang Raphinha menyampaikan permintaan maaf setelah melakukan gestur kontroversial kepada suporter Atletico Madrid usai Barcelona tersingkir dari perempat final Liga Champions.
Raphinha, yang absen bermain pada Selasa (14/4/2026) karena cedera hamstring, terlihat membuat isyarat ke arah suporter lawan di Stadion Metropolitano. Ia juga sempat menunjukkan gestur “dirampok” terkait keputusan wasit, serta menyebut Barcelona telah “dirampok” dalam dua leg pertandingan.
Aksi tersebut berpotensi membuat pemain asal Brasil itu mendapat sanksi dari UEFA.
Saat masih berada di lapangan, Raphinha terlihat memberi gestur kepada pendukung Atletico seolah mengatakan tim tuan rumah akan tersingkir pada babak berikutnya. Ia bahkan diduga mengatakan “kalian akan keluar” kepada para suporter.
“Saya meminta maaf atas gestur saya, yang tidak mencerminkan nilai atau karakter saya,” ujar Raphinha pada Rabu (15/4/2026) dalam komentar di unggahan DAZN.
“Itu terjadi dalam momen emosi, sebagai respons terhadap seorang suporter yang tidak menghormati saya,” kata pria Brasil ini.
Barcelona sendiri menang 2-1 pada leg kedua, tetapi hasil tersebut belum cukup untuk membalikkan kekalahan 0-2 pada leg pertama di kandang, sehingga gagal melaju ke semifinal untuk musim kedua berturut-turut.
Kiper Atletico, Juan Musso, menanggapi pernyataan Raphinha dengan menegaskan kemenangan timnya diraih secara sah di lapangan.
“Saya menghormati pendapat semua orang, tetapi jangan bilang itu perampokan karena tidak seperti itu,” ujar Musso.
“Kami menang di lapangan. Kami menang 2-0 di kandang lawan. Ini tim yang sangat kami hormati, tetapi menyebutnya perampokan itu berlebihan,” sambungnya.
Raphinha sendiri tidak langsung menarik ucapannya soal kepemimpinan wasit. Ia tetap menilai keputusan wasit merugikan timnya.
“Bagi saya, itu ‘dirampok’. Bukan hanya pertandingan ini, tetapi juga yang sebelumnya. Kepemimpinan wasit sangat buruk. Keputusan-keputusan yang diambil luar biasa,” kata Raphinha.
Sejumlah pemain Barcelona lainnya juga mengkritik kinerja wasit dalam dua leg pertandingan tersebut. Bahkan, presiden terpilih klub, Joan Laporta, menyebut kepemimpinan wasit “memalukan” dan “tidak dapat diterima”, serta memastikan klub akan mengajukan protes resmi kepada UEFA.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




