ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Prediksi Piala Dunia 2026: Jepang vs Tunisia, Samurai Biru On Fire

Sabtu, 20 Juni 2026 | 10:56 WIB
S
S
Penulis: Sukarjito | Editor: JTO
Para pemain tim nasional sepak bola putra Jepang mengikuti sesi latihan di Dallas, menjelang laga fase grup F Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belanda.
Para pemain tim nasional sepak bola putra Jepang mengikuti sesi latihan di Dallas, menjelang laga fase grup F Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belanda. (AP/Julio Cortez)

Jakarta, Beritasatu.com - Jepang kembali menunjukkan mengapa mereka kini dianggap sebagai salah satu kekuatan paling konsisten dari Asia pada ajang Piala Dunia. Setelah menahan Belanda 2-2 dalam laga penuh tekanan pada pertandingan pembuka grup F, Samurai Biru kini berada pada posisi ideal untuk mengamankan tiket ke fase gugur untuk ketiga kalinya secara beruntun.

Hasil imbang melawan Belanda memiliki nilai yang jauh lebih besar daripada sekadar tambahan satu poin. Tim asuhan Hajime Moriyasu menunjukkan karakter kuat dengan dua kali bangkit dari ketertinggalan. Ketika banyak tim mulai kehilangan organisasi permainan saat menghadapi tekanan dari lawan yang lebih diunggulkan, Jepang justru mampu mempertahankan disiplin dan menemukan jalan kembali ke pertandingan.

Mentalitas tersebut menjadi modal berharga menjelang duel melawan Tunisia. Dalam format Piala Dunia yang kini diperluas, empat poin dari dua pertandingan hampir selalu cukup untuk membuka jalan menuju babak gugur. Karena itu, kemenangan di Estadio BBVA, Guadalupe, Meksiko, Minggu (21/6/2026) pukul 11.00 WIB, akan menempatkan Jepang dalam posisi sangat nyaman sebelum menjalani laga terakhir fase grup.

Lebih dari sekadar hasil, performa Jepang melawan Belanda juga mengirim pesan kepada pesaing lain di grup F. Mereka mampu mengimbangi tim yang sejak awal diprediksi menjadi kandidat juara grup. Organisasi permainan yang rapi, transisi cepat, serta kemampuan bertahan dalam tekanan menjadi fondasi utama kekuatan Jepang saat ini.

ADVERTISEMENT

Moriyasu berhasil membangun tim yang tidak hanya disiplin secara taktik, tetapi juga memiliki fleksibilitas dalam menyerang. Jepang mampu bermain sabar ketika bertahan, lalu berubah agresif saat menemukan ruang kosong di area lawan. Karakter tersebut membuat mereka menjadi lawan yang sulit diprediksi.

Namun, Jepang tetap menghadapi tantangan tersendiri. Cedera yang dialami Takefusa Kubo saat menghadapi Belanda menjadi kehilangan penting bagi lini serang. Gelandang kreatif milik Real Sociedad itu dipastikan absen dalam pertandingan melawan Tunisia dan berpotensi menepi hingga akhir fase grup.

Meski demikian, kedalaman skuad Jepang memberikan solusi. Veteran berusia 33 tahun Junya Ito diperkirakan akan mengisi kekosongan yang ditinggalkan Kubo. Pengalaman dan kecepatan yang dimiliki Ito diyakini cukup untuk menjaga keseimbangan serangan Samurai Biru.

Dengan momentum positif dan kondisi psikologis yang lebih stabil dibanding lawannya, Jepang memasuki pertandingan sebagai tim yang lebih diunggulkan.

Timnas Tunisia. - (Dok/FIFA)
Timnas Tunisia. - (Dok/FIFA)

Tunisia Memulai Babak Baru setelah Krisis Besar

Berbeda dengan Jepang yang sedang menikmati optimisme tinggi, Tunisia justru datang dengan situasi yang jauh lebih rumit. Kekalahan telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka memicu guncangan besar di dalam tim hingga berujung pada pergantian pelatih.

Hasil tersebut menjadi salah satu kekalahan paling menyakitkan pada putaran pertama fase grup. Hanya Curaçao yang mengalami nasib lebih buruk setelah dihajar Jerman dengan skor 1-7. Bagi Tunisia, kekalahan tersebut terasa semakin menyakitkan karena terjadi setelah mereka juga mengalami kekalahan telak 0-5 dari Belgia dalam laga pemanasan menjelang turnamen.

Rentetan hasil buruk itu membuat federasi sepak bola Tunisia mengambil keputusan cepat dengan mengakhiri kerja sama bersama Sabri Lamouchi. Sebagai gantinya, mereka menunjuk pelatih berpengalaman asal Prancis, Hervé Renard.

Kehadiran Renard menghadirkan harapan baru. Sosok berusia 57 tahun itu dikenal sebagai salah satu pelatih paling berpengalaman dalam turnamen internasional. Namanya melejit setelah membawa Zambia menjuarai Piala Afrika 2012 dan kemudian mengantar Pantai Gading meraih gelar yang sama pada 2015.

Renard juga pernah menciptakan salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia modern ketika membawa Arab Saudi mengalahkan Argentina pada edisi 2022. Rekam jejak tersebut menjadi alasan utama Tunisia mempercayakan misi penyelamatan tim kepadanya.

Namun, waktu menjadi masalah terbesar. Renard hanya memiliki waktu yang sangat singkat untuk memperbaiki kondisi tim yang sedang kehilangan kepercayaan diri. Mengubah sistem permainan, memperbaiki organisasi pertahanan, dan membangun kembali mental pemain bukan pekerjaan yang dapat diselesaikan hanya dalam hitungan hari.

Sejumlah perubahan diperkirakan akan dilakukan. Posisi penjaga gawang menjadi salah satu sektor yang kemungkinan mengalami pergantian setelah Abdelmouhib Chamakh melakukan beberapa kesalahan fatal saat menghadapi Swedia. Aymen Dahmen berpeluang kembali dipercaya mengawal gawang Tunisia.

Selain itu, Renard kemungkinan mengubah pendekatan permainan menjadi lebih konservatif dengan formasi 4-2-3-1. Langkah tersebut bertujuan memperkuat lini tengah sekaligus mengurangi ruang yang selama ini mudah dieksploitasi lawan.

Para pemain tim nasional sepak bola putra Jepang saat sesi pengenalan lapangan di Dallas Stadium, Arlington, Texas, menjelang laga fase grup F Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belanda. - (AP/Tony Gutierrez)
Para pemain tim nasional sepak bola putra Jepang saat sesi pengenalan lapangan di Dallas Stadium, Arlington, Texas, menjelang laga fase grup F Piala Dunia FIFA 2026 melawan Belanda. - (AP/Tony Gutierrez)

Kualitas dan Momentum Jepang Sulit Dibendung

Secara teori, pergantian pelatih sering menghadirkan apa yang dikenal sebagai new manager bounce atau efek positif jangka pendek setelah kedatangan pelatih baru. Semangat pemain biasanya meningkat dan atmosfer tim menjadi lebih segar.

Namun, pertanyaannya adalah apakah efek tersebut cukup untuk mengimbangi kualitas Jepang yang sedang berada dalam performa terbaik.

Berdasarkan apa yang ditampilkan kedua tim pada pertandingan pertama, perbedaan kualitas terlihat cukup jelas. Jepang mampu menahan Belanda yang merupakan salah satu kandidat kuat juara grup. Sementara Tunisia justru kesulitan menghadapi tekanan Swedia dan terlihat kehilangan arah ketika pertandingan mulai berjalan tidak sesuai rencana.

Keunggulan terbesar Jepang terletak pada kolektivitas. Mereka tidak terlalu bergantung pada satu pemain tertentu. Ketika Kubo absen, masih ada Daichi Kamada, Junya Ito, Ritsu Doan, hingga Ayase Ueda yang siap mengambil peran lebih besar.

Pertahanan Jepang juga menunjukkan organisasi yang jauh lebih matang dibanding Tunisia. Dipimpin Takehiro Tomiyasu, Samurai Biru mampu menjaga struktur permainan meski berada di bawah tekanan lawan yang memiliki kualitas individu lebih tinggi.

Sebaliknya, Tunisia masih dibayangi masalah efektivitas. Saat menghadapi Swedia, mereka beberapa kali mampu membangun serangan, tetapi kesulitan menyelesaikan peluang menjadi gol. Kelemahan tersebut bisa menjadi masalah serius ketika menghadapi tim yang terkenal disiplin seperti Jepang.

Moriyasu kemungkinan akan meminta timnya bermain sabar dan tidak terpancing tempo cepat. Jepang hanya membutuhkan kemenangan dan tidak harus mengambil risiko berlebihan. Dengan penguasaan bola yang baik serta kemampuan menyerang melalui kedua sisi lapangan, mereka memiliki cukup senjata untuk membongkar pertahanan Tunisia.

Sementara itu, Tunisia kemungkinan akan mencoba bertahan lebih dalam dan mengandalkan serangan balik. Strategi tersebut mungkin memberikan peluang sesekali, tetapi akan sulit dijalankan jika Jepang mampu mencetak gol lebih dahulu.

Melihat kondisi kedua tim saat ini, Jepang memiliki hampir semua faktor yang dibutuhkan untuk meraih kemenangan. Mereka lebih stabil secara taktik, lebih percaya diri secara mental, dan memiliki kualitas pemain yang lebih merata di setiap lini.

Tunisia mungkin akan menunjukkan peningkatan setelah pergantian pelatih. Namun, menghadapi tim seorganisir Jepang dalam waktu persiapan yang sangat terbatas tampaknya menjadi tantangan yang terlalu berat.

Jika mampu mempertahankan performa seperti saat melawan Belanda, Jepang berpeluang besar mengamankan kemenangan sekaligus memastikan satu kaki mereka sudah berada pada babak gugur Piala Dunia.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

Susunan Pemain Belanda vs Swedia, Isak-Gyokeres Tantang De Oranje

SPORT
Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

Fernando Hierro: Spanyol Punya Karakter Kuat Kuasai Piala Dunia 2026

SPORT
Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

Gol Perdana Alex Freeman pada Piala Dunia 2026, Bukti DNA Juara

SPORT
Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

Link Live Streaming Belanda vs Swedia: Laga Penting Tiket 32 Besar

SPORT
Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

Sempat Terpuruk, Jude Bellingham Minta Bantuan Ancelotti untuk Bangkit

SPORT
Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

Sejarah Piala Dunia: Tutup Mulut Berujung Kartu Merah untuk Almiron

SPORT

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon