Basarnas Doa Bersama, Pencarian Korban Pesawat ATR 42-500 Rampung
Sabtu, 24 Januari 2026 | 15:20 WIB
Makassar, Beritasatu.com — Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) bersama seluruh tim search and rescue (SAR) gabungan menggelar doa bersama pada Sabtu (24/1/2026). Doa bersama ini menandai berakhirnya rangkaian operasi SAR pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (17/1/2026).
"Berkat doa dari keluarga korban dan seluruh tim SAR gabungan, hari ini operasi SAR pesawat ATR 42-500 kami nyatakan selesai dan ditutup," ujar Kepala Basarnas Marsekal RI Madya TNI Mohammad Syafii di kantor Basarnas Kelas A Makassar, Sulawesi Selatan, dikutip dari Antara, Sabtu (24/1/2026).
Doa bersama diikuti seluruh unsur SAR gabungan yang terlibat, sebagai bentuk penghormatan kepada korban serta refleksi atas tugas kemanusiaan yang telah dilaksanakan selama tujuh hari penuh di medan berat dengan cuaca ekstrem.
Syafii menekankan seluruh upaya pencarian, evakuasi, dan penanganan korban merupakan wujud panggilan kemanusiaan yang dijalankan dengan penuh keikhlasan, dedikasi, dan tanggung jawab oleh semua unsur yang terlibat.
“Ini adalah tugas kemanusiaan, dan apa yang telah dilakukan di lapangan tidak bisa diukur dengan angka. Semua yang kita lakukan bisa terjadi karena soliditas dan sinergi yang sangat kuat di lapangan. Semua bergerak sebagai satu tim, satu tujuan, dan satu rasa kemanusiaan," paparnya.
Ia juga menyampaikan terima kasih dan rasa hormat kepada seluruh personel SAR gabungan, baik dari unsur darat, udara, laut, maupun instansi pendukung lain.
"Terima kasih, hormat saya dan saya bangga kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam operasi SAR ini. Pengabdian dan kerja keras kalian semua bukti nyata hadirnya negara dalam tugas kemanusiaan,” pungkas Syafii.
Kegiatan doa bersama ini juga sekaligus menjadi bentuk penghormatan terakhir atas seluruh upaya kemanusiaan selama pelaksanaan operasi. Tercatat, sebanyak 11 kantong jenazah korban kecelakaan pesawat telah diserahkan ke tim di Posko DVI Biddokkes Polda Sulsel untuk identifikasi. Tiga jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada keluarga masing-masing, sementara tujuh korban lainnya masih dalam proses identifikasi tim disaster victim identification (DVI).
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




