Aksi Bersih-bersih Sampah Pantai Kedonganan Libatkan Warga dan Wisatawan
Minggu, 5 Januari 2025 | 19:55 WIB
Badung, Beritasatu.com - Bali sebagai destinasi wisata utama selalu ramai dikunjungi saat liburan, terutama saat Natal dan Tahun Baru (Nataru) baru-baru ini. Namun, keindahan Bali masih terganggu oleh masalah sampah yang menumpuk di beberapa pantai terkenal, seperti Kuta dan Kedonganan.
Pantai-pantai ini yang seharusnya menjadi tempat menikmati alam masih dipenuhi sampah, baik organik maupun plastik, yang sulit terurai. Sampah-sampah tersebut terlihat tidak hanya di permukaan laut, tetapi juga di atas pasir pantai.
Fenomena sampah yang menumpuk ini menjadi perhatian serius bagi para pemerhati lingkungan, termasuk organisasi Sungai Watch. Gary Bencheghib, pendiri Sungai Watch, mengungkapkan bahwa ini adalah hari kesembilan dari sepuluh hari jadwal pembersihan sampah kiriman.
"Selama sembilan hari, kami telah berhasil mengumpulkan 47 ton sampah. Dengan kondisi seperti ini, mungkin kami bisa mengumpulkan sekitar 30 ton dalam sehari," ujar Gary yang sudah 20 tahun tinggal di Bali kepada Beritasatu.com, Minggu (5/1/2025).
Gary mengajak masyarakat, termasuk wisatawan asing untuk bergabung dalam aksi bersih-bersih pantai. Aksi ini dilakukan dengan dua shift, tergantung pada kondisi cuaca.
"Kami mulai pukul 06.00 Wita hingga 09.00 Wita. Pada Sabtu (4/1/2025) kemarin kami melaksanakan shift panjang, dari pukul 07.00 Wita hingga 12.00 Wita. Hari ini, aksi dimulai pukul 07.00 Wita dan berlangsung hingga pukul 17.00 Wita," ujarnya
Gary mengatakan bahwa ia berharap banyak relawan yang hadir untuk membantu membersihkan sampah di pantai. Ia menyebutkan, setelah perayaan Tahun Baru sekitar 700 orang bergabung.
Sampah yang terkumpul nantinya akan dibawa ke stasiun pemilahan milik Sungai Watch. Di sana, sampah akan dipilah menjadi 30 jenis yang berbeda, dan selanjutnya akan diaudit untuk mengetahui jenis sampah mana yang paling sering ditemukan dan yang paling banyak menyumbang sampah ke pantai Kedonganan.
Selama hampir empat tahun, komunitas ini telah melakukan aksi bersih-bersih pantai. Sebagian besar sampah yang ditemukan berasal dari pulau Jawa, terutama dari daerah seperti Jember, Lumajang, dan wilayah Jawa Timur, yang terlihat dari merek sampah yang terkumpul.
"Saya sangat senang dengan aksi ini. Pantai Jimbaran bukan hanya tempat wisata, tetapi juga tempat beraktivitas bagi kami sebagai warga Bali. Saya berharap kegiatan ini terus dilakukan dan kami membutuhkan dukungan dari warga serta pemerintah, kata seorang relawan asal Sanur, Denpasar, Desy.
Pada aksi bersih-bersih pantai ini, turut terlibat tiga unit mobil loder dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Badung yang membantu mengangkut sampah yang sudah dipilah dari Pantai Kedongan dan pantai-pantai lainnya yang ada di Bali.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
B-FILES
Libur Kenaikan Isa Almasih, Penumpang Bandara Soetta Capai 131.000




