ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Hujan Deras 2 Jam, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Tangerang

Selasa, 25 Juni 2024 | 23:03 WIB
WK
AD
Penulis: Wawan Kurniawan | Editor: AD
Banjir merendam ratusan rumah di perumahan Mediterania 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa, 25 Juni 2024.
Banjir merendam ratusan rumah di perumahan Mediterania 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa, 25 Juni 2024. (Beritasatu.com/Wawan Kurniawan)

Tangerang, Beritasatu.com - Ratusan rumah di perumahan Mediterania 1, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang, Banten terendam banjir, Selasa (25/06/2024). Banjir terjadi setelah hujan deras mengguyur selama dua jam.

Banjir dengan ketinggian 40 sentimeter hingga selutut orang dewasa tersebut sempat mengganggu aktivitas warga. Selain karena intensitas curah hujan yang tinggi, buruknya drainase di permukiman membuat banjir kerap melanda.

Warga bernama Aken mengatakan, saat hujan mengguyur selama dua jam, ketinggian banjir yang merendam permukiman sempat mencapai satu meter. Namun ketika hujan mereda banjir mulai berangsur surut.

ADVERTISEMENT

"Setiap hujan banjir, kalau hujan deras pasti banjir. Ketinggian banjir sampai satu meter tadi, tapi sekarang sudah surut hanya tersisa 40 sentimeter. Kalau gorong-gorongnya besar pasti lancar, tidak akan banjir," ujar Aken.

Sementera itu, Ketua RW 10 perumahan Medeterania 1, Agung mengatakan, ada sebanyak 500 rumah warga di tujuh RT terdampak banjir. Selain merendam jalan di permukiman, banjir juga masuk hingga ke dalam rumah warga.

Selain karena intensitas curah hujan yang tinggi, buruknya drainase di permukiman membuat banjir kerap melanda. Aktivitas warga pun terganggu lantaran banjir juga merendam jalan di permukiman.

"Menurut saya, perumahan ini Amdalnya (analisis mengenai dampak lingkungan) bermasalah dari awal. Kemarin ada analis dari Pemda melihat dari drone, antara tempat masuknya air dan keluarnya air tidak seimbang," katanya.

"Logikanya yang masuk sepuluh yang keluar dua, makanya sampai kapan pun juga kalau tidak diselesaikan, pasti akan banjir terus. Makanya saya minta instansi terkait untuk membantu membenahi," tambah Agung.

Agung menyebut, sebelumnya warga dan pihak terkait termasuk Pemda Kabupaten Tangerang sudah musyawarah dan sepakat akan dilakukan penyodetan untuk meminimalisir banjir, namun belum direalisasikan.

"Semua pihak terkait sudah kita ajak rapat, dari tiga kali rapat itu keputusannya saluran air akan dibuat sodetan tapi kenyataannya sampai sekarang dari pihak terkait, Pemda Kabupaten Tangerang tidak ada langkah konkret," kata Agung.

Warga berharap pemerintah Kabupaten Tangerang dapat segara merealisasikan penyodetan saluran air di permukiman mereka. Pasalnya, banjir yang kerap terjadi di permukiman menganggu aktivitas warga.
 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Banjir di Tol Jagorawi Ternyata Disebabkan Sampah

Banjir di Tol Jagorawi Ternyata Disebabkan Sampah

JAKARTA
Kali Ciliwung Luber, Rumah Warga di Kramat Jati Terendam Banjir

Kali Ciliwung Luber, Rumah Warga di Kramat Jati Terendam Banjir

JAKARTA
46 RT di Jakarta Timur Masih Terendam Banjir

46 RT di Jakarta Timur Masih Terendam Banjir

JAKARTA
Banjir Kampung Makasar Jaktim Belum Surut, Sejumlah Warga Mengungsi

Banjir Kampung Makasar Jaktim Belum Surut, Sejumlah Warga Mengungsi

JAKARTA
Banjir di Cimanggis Depok Sudah Surut, Petugas Tetap Siaga

Banjir di Cimanggis Depok Sudah Surut, Petugas Tetap Siaga

JAWA BARAT
Banjir Rendam 9 RW di Ciracas, Puluhan Warga Dievakuasi

Banjir Rendam 9 RW di Ciracas, Puluhan Warga Dievakuasi

JAKARTA

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT