Harga Kedelai Naik, Perajin Tahu dan Tempe di Lebak Kurangi Ukuran
Senin, 21 April 2025 | 17:30 WIB
Lebak, Beritasatu.com – Lonjakan harga kacang kedelai impor yang menembus Rp 12.000 per kilogram (kg) membuat ratusan perajin tahu dan tempe di Kabupaten Lebak, Banten, terpaksa mengurangi ukuran produk dan merumahkan karyawan demi menekan kerugian.
Salah satunya dirasakan Wahyu, perajin tahu asal kawasan Selahaur, Kecamatan Rangkasbitung. Untuk tetap bertahan, Wahyu menyiasati kenaikan biaya produksi dengan memperkecil ukuran tahu tanpa menaikkan harga. Ia juga terpaksa merumahkan dua karyawannya akibat menurunnya omzet secara drastis.
"Karena kedelai naik, ukuran tahunya kita kecilin. Harga jual tetap, tetapi omzet menurun karena pembeli juga berkurang," kata Wahyu, Senin (21/4/2025).
Wahyu menambahkan, biasanya ia bisa menghabiskan tiga karung kacang kedelai per hari. Namun, saat ini produksinya menurun seiring berkurangnya permintaan pasar dan efisiensi biaya.
Sementara itu, Ketua Paguyuban Perajin Tahu dan Tempe Kabupaten Lebak, Ucok, mengungkapkan bahwa hampir seluruh perajin di wilayah tersebut terdampak. Mereka menyiasati kondisi dengan memperkecil ukuran tahu dan tempe, karena menaikkan harga dianggap bukan solusi yang realistis.
Ucok menjelaskan, harga kacang kedelai impor di pasaran saat ini mencapai Rp 11.000 hingga Rp 12.000 per kilogram. Untuk satu karung seberat 50 kg, harga melonjak dari Rp 440.000 menjadi Rp 500.000.
Ucok berharap pemerintah segera turun tangan untuk menstabilkan harga kacang kedelai agar para perajin bisa kembali berproduksi secara optimal.
"Kami berharap harga kacang kedelai bisa kembali turun seperti dahulu," kata Ucok.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Tim Voli Jepang JTEKT Stings Aichi Segel Tiket Semifinal AVC Men’s




