Perang Belum Selesai, Kementan Terus Pantau Harga Kedelai
Selasa, 14 April 2026 | 20:06 WIB
Jakarta, Beritasatu.com – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memastikan pemerintah terus memantau potensi kenaikan harga komoditas kedelai seiring eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.
Sudaryono menegaskan pemerintah mengawasi seluruh komoditas strategis, termasuk kedelai, bahan bakar minyak (BBM), serta aktivitas impor dan ekspor agar gejolak global tidak berdampak signifikan terhadap kondisi dalam negeri.
“Semua kami monitor. Pemerintah memastikan gejolak di luar tidak berdampak besar secara langsung di dalam negeri,” ujar Sudaryono dilansir dari Antara, Selasa (14/4/2026).
Sementara itu, Kementerian Pertanian memastikan harga kedelai tetap terkendali di tengah isu lonjakan harga kedelai impor yang disebut-sebut bisa mencapai Rp 20.000 per kilogram (kg).
Pemerintah juga telah menetapkan Harga Acuan Pembelian/Penjualan (HAP) kedelai. Berdasarkan Peraturan Badan Pangan Nasional Nomor 12 Tahun 2024, HAP kedelai lokal maksimal Rp 11.400 per kg, sedangkan kedelai impor maksimal Rp 12.000 per kg.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta para importir untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan guna menjaga stabilitas pangan nasional.
Ia menekankan pentingnya menjaga empati terhadap pelaku usaha kecil seperti perajin tahu dan tempe yang terdampak langsung oleh fluktuasi harga kedelai.
Pemerintah juga masih mendalami penyebab kenaikan harga kedelai di pasar domestik dan akan segera berkoordinasi dengan jajaran terkait untuk menentukan langkah intervensi yang tepat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




