ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Jembatan Blengbeng Ambruk, Bupati Janji Perbaikan Permanen

Sabtu, 10 Januari 2026 | 09:56 WIB
B
DM
Penulis: Budiman | Editor: DM
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, memastikan akan segera melakukan perbaikan permanen Jembatan Blengbeng yang melintasi Sungai Cikayang di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyusul ambruknya jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, memastikan akan segera melakukan perbaikan permanen Jembatan Blengbeng yang melintasi Sungai Cikayang di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyusul ambruknya jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan warga. (Beritasatu.com/Budiman)

Pandeglang, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang, Banten, memastikan akan segera melakukan perbaikan permanen Jembatan Blengbeng yang melintasi Sungai Cikayang di Desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik. Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Pandeglang Raden Dewi Setiani menyusul ambruknya jembatan yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

Bagi masyarakat setempat, Jembatan Blengbeng bukan sekadar infrastruktur penghubung. Jembatan ini menjadi urat nadi aktivitas sehari-hari, mulai dari akses anak-anak menuju sekolah hingga jalur utama warga untuk bekerja dan menjalankan roda perekonomian. Ketika jembatan rusak, mobilitas warga pun terhambat.

Kondisi jembatan tersebut sudah lama memprihatinkan. Konstruksinya beberapa kali mengalami kerusakan bahkan ambruk, meski sebelumnya sempat diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat bersama unsur TNI dan Polri. Terakhir, jembatan kembali ambruk akibat tergerus derasnya aliran Sungai Cikayang pada Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Dewi Setiani turun langsung ke lokasi untuk melakukan monitoring pada Jumat (9/1/2026). Ia menegaskan jembatan Blengbeng memiliki nilai strategis bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga.

“Jembatan bukan sekadar bangunan fisik, tetapi urat nadi kehidupan masyarakat. Hari ini saya memantau langsung jembatan penyeberangan yang sudah tidak layak pakai di Desa Cikeusik,” ujar Dewi kepada wartawan.

Menurutnya, jembatan tersebut setiap hari digunakan warga untuk berbagai aktivitas penting. Terkait hal itu, kondisi yang sudah tidak aman tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. 

“Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas. Ke depan, jembatan ini akan dibangun kembali agar lebih kokoh, aman, dan memberi manfaat yang lebih besar bagi warga,” tegasnya.

Sebelum ambruk, struktur Jembatan Blengbeng dilaporkan sudah miring hingga sekitar 60 derajat sehingga sangat membahayakan pengguna, terutama anak-anak sekolah yang menjadikan jembatan tersebut sebagai satu-satunya akses menuju sekolah.

Dalam kondisi darurat, Pemerintah Desa Cikeusik bersama Koramil 0116/Cikeusik Kodim 0601/Pandeglang, Polsek Cikeusik, Polres Pandeglang, serta masyarakat setempat kembali bergotong royong melakukan perbaikan sementara. Langkah ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kecelakaan sambil menunggu penanganan permanen dari pemerintah daerah.

Kepala Desa Cikeusik, Enur, mengungkapkan perbaikan Jembatan Blengbeng telah berulang kali dilakukan secara swadaya dengan dukungan TNI dan Polri. Namun, keterbatasan material membuat perbaikan hanya bersifat sementara.

“Kami menggunakan material seadanya, jembatan kembali rusak. Penyangga jembatan mengalami penurunan akibat luapan Sungai Cikayang,” ujarnya.

Rencana perbaikan permanen dari Pemkab Pandeglang diharapkan menjadi solusi jangka panjang sekaligus mengakhiri siklus kerusakan berulang yang selama ini membahayakan keselamatan warga Desa Cikeusik.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon