ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Banjir Periuk Tangerang Belum Surut, Ketinggian Air 4 Meter

Senin, 26 Januari 2026 | 11:40 WIB
W
JS
Penulis: Wahroni | Editor: JJS
Banjir di Periuk, Tangerang belum surut. Ketinggian air masih 4 meter.
Banjir di Periuk, Tangerang belum surut. Ketinggian air masih 4 meter. (Beritasatu.com/Wahroni)

Tangerang, Beritasatu.com - Banjir masih merendam dua kawasan permukiman warga di Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Banten. Hingga Senin (26/1/2026), genangan air belum surut dan telah memasuki hari keempat sejak pertama kali melanda.

Dua wilayah yang terdampak paling parah yakni Perumahan Periuk Damai dan Perumahan Mutiara Pluit. Di Periuk Damai, ketinggian air masih berkisar antara 1 hingga 3,5 meter di sejumlah titik, bahkan nyaris menutupi atap rumah warga.

Banjir disebabkan oleh meluapnya air dari Situ Bulakan yang hingga kini masih menampung debit air tinggi. Kondisi tersebut diperparah dengan tanggul yang belum sepenuhnya permanen dan mengalami jebol setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data warga setempat, sebanyak 286 kepala keluarga (KK) atau sekitar 960 jiwa di Perumahan Periuk Damai terdampak banjir yang tersebar di lima RT.

Sementara itu, di perumahan Mutiara Pluit tercatat 431 KK dengan 580 jiwa terdampak, dan sebagian besar warga telah mengungsi ke lokasi pengungsian yang disediakan pemerintah.

Salah satu warga Periuk Damai, Aster mengatakan, banjir tahun ini jauh lebih parah dibandingkan tahun sebelumnya. Ia bersama keluarga terpaksa mengungsi ke gedung sekolah karena rumahnya terendam hampir hingga atap.

“Airnya sudah sampai genteng, perkiraannya sekitar empat meteran. Tahun ini lebih parah dari tahun kemarin,” ujar Aster kepada wartawan, Senin (26/1/2026).

Ia menambahkan, jebolnya tanggul Situ Bulakan menjadi pemicu utama banjir setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat (23/1/2026) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB.

“Kami mengungsi semua, ada anak kecil juga. Banyak barang tidak sempat dibawa seperti kulkas dan kasur,” katanya.

Hingga kini, petugas gabungan dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan masih bersiaga di lokasi banjir. Sejumlah perahu karet disiapkan untuk membantu evakuasi warga, sementara dapur umum didirikan untuk mendistribusikan bantuan logistik makanan.

Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan normalisasi Situ Bulakan serta perbaikan tanggul secara permanen agar banjir yang kerap melanda kawasan tersebut tidak terus berulang setiap musim hujan.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

AHY: Penanganan Banjir Jakarta Tak Bisa Hanya Andalkan Infrastruktur

JAKARTA
Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

Hari Kedua, Banjir Masih Rendam Permukiman Warga di Cipondoh Tangerang

BANTEN
Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

Banjir Rendam Kebon Pala, Warga Beraktivitas di Tengah Genangan

JAKARTA
Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

Banjir Masih Rendam Cipondoh, 210 Warga Terpaksa Mengungsi

BANTEN
BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

BPBD Catat 80 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta Tergenang Banjir

JAKARTA
Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

Ratusan Rumah di Cipondoh Masih Terendam Luapan Kali Angke

BANTEN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon