Dugaan Limbah Pestisida Picu Kematian Massal Ikan di Tangerang
Minggu, 15 Februari 2026 | 22:02 WIB
Tangerang, Beritasatu.com - Biota laut, seperti ikan, kerang, dan udang di perairan utara Kabupaten Tangerang, Banten, dilaporkan mati massal. Dugaan sementara, pencemaran kimia yang terbawa aliran Sungai Cisadane menjadi penyebab utama.
Cemaran tersebut ditengarai berasal dari residu kebakaran gudang pestisida milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan. Dampaknya terasa di sejumlah wilayah pesisir, mulai dari Tanjung Pasir (Kecamatan Teluknaga) hingga Dadap (Kecamatan Kosambi).
Sekretaris Kesatuan Perempuan Pesisir Indonesia Kabupaten Tangerang, Rosita, mengatakan fenomena kematian hewan laut mulai terjadi sejak Kamis (12/2/2026) dan berlangsung beberapa hari.
Menurutnya, tambak kerang dan udang milik nelayan yang berada dekat garis pantai menjadi lokasi paling terdampak. “Kalau di pinggir-pinggir itu tambak nelayan, satu nelayan hampir dua bak lebih tangkapannya terbuang,” ujar Rosita, Minggu (15/2/2026).
Ia juga mengungkapkan kondisi air laut terlihat berubah, tampak berminyak dan mengandung partikel yang menempel. Tidak hanya hasil budi daya, ikan laut di sekitar pesisir pun diduga ikut terpapar zat kimia berbahaya.
Kondisi ini membuat sebagian nelayan memilih menghentikan sementara aktivitas melaut karena khawatir hasil tangkapan tidak layak konsumsi. “Kita takutnya karena tidak layak konsumsi, nanti kita disalahkan masyarakat. Sudah tahu ikan kena limbah kenapa diambil,” tutur Rosita.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Tangerang, Rudi Hartono, mengimbau masyarakat untuk tidak mengonsumsi maupun memperjualbelikan ikan yang ditemukan mati di sekitar pantai hingga ada kepastian hasil pemeriksaan. “Kami mengimbau kepada nelayan agar tidak mencari ikan di sekitar pinggir pantai untuk sementara waktu,” kata Rudi.
Saat ini, pemerintah daerah masih menunggu hasil pengujian sampel air Sungai Cisadane yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tangerang. Pemkab Tangerang juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Balai Penguji Kesehatan Ikan dan Lingkungan. “Sekitar 10 hari lagi hasilnya keluar,” jelas Rudi.
Kasus dugaan pencemaran Sungai Cisadane ini menjadi perhatian serius karena berdampak langsung pada ekosistem laut serta mata pencaharian nelayan di pesisir Tangerang.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
62 Persen Jemaah Haji Indonesia Telah Kembali ke Tanah Air




