Kemiskinan Lebak 2026 Jadi 8,2 Persen, Dinsos Sebut PR Besar
Rabu, 15 April 2026 | 11:19 WIB
Rangkasbitung, Beritasatu.com - Pemerintah Kabupaten Lebak, Banten, mencatat penurunan angka kemiskinan menjadi sekitar 8,2% pada 2026. Angka ini turun dari 10,4% pada 2020, meski dinilai masih menyisakan pekerjaan rumah (PR) besar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lebak, Lela Gifty Cleria, mengatakan tren penurunan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kesejahteraan masyarakat. Namun, upaya pengentasan kemiskinan masih perlu diperkuat.
"Dari 2020 sekitar 10,4%, sekarang sekitar 8,2%. Ada penurunan walaupun kecil karena memang pekerjaan rumahnya masih besar terkait kemiskinan," ujar Lela kepada Beritasatu.com saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, penurunan angka kemiskinan tidak hanya dipengaruhi program bantuan sosial, tetapi juga perbaikan data kesejahteraan masyarakat yang semakin akurat dan tepat sasaran.
Menurut Lela, pembaruan dan validasi data menjadi faktor penting untuk meminimalkan kesalahan penyaluran bantuan, baik inclusion error maupun exclusion error. Dengan data yang presisi, program pemerintah diharapkan lebih efektif menjangkau masyarakat miskin.
"Dari perbaikan data yang terus kita lakukan, kita juga menyelaraskan dengan APBD dan program Kementerian Sosial (Kemensos). Kemensos memiliki program PPSE, yaitu pemberdayaan melalui pemberian modal kewirausahaan bagi usia produktif secara bertahap," katanya.
Selain itu, Pemkab Lebak juga mengintegrasikan program pemberdayaan ekonomi keluarga bersama Kemensos, terutama bagi kelompok usia produktif melalui bantuan modal usaha.
Salah satu program unggulan adalah sekolah rakyat yang bertujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan anak dari keluarga kurang mampu. Dalam program ini, anak didorong meningkatkan kualitas pendidikan, sementara orang tua mendapat dukungan permodalan usaha.
"Anak-anak sekolah rakyat ini diarahkan menjadi agen perubahan untuk keluar dari kemiskinan. Sementara orang tua yang memiliki usaha diberikan dukungan modal," kata Lela.
Pemkab Lebak juga menyalurkan bantuan kepada kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas, perempuan, anak, dan lansia produktif. Pada 2026, bantuan permodalan diberikan kepada 70 penerima, terdiri dari 50 penyandang disabilitas produktif dan 20 keluarga rentan dengan usaha rintisan.
"Bagi yang punya embrio usaha, baru hari ini mulai kita jalankan. Ada 20 keluarga rentan dan 50 penyandang disabilitas, total 70 penerima pada 2026. Mudah-mudahan pada 2027 jumlahnya meningkat," ujarnya.
Lela menegaskan, keberlanjutan program pemberdayaan menjadi kunci menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan. Ia juga berharap dukungan anggaran dari pemerintah pusat terus ditingkatkan. "Target kita akan terus ditingkatkan dan mudah-mudahan dukungan anggaran juga semakin besar," tutupnya.
Pemkab Lebak memastikan akan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat serta mengoptimalkan program berbasis pemberdayaan untuk mempercepat penurunan kemiskinan.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




