Aktivis 98: Ahok Itu Kurang Ngaca, Sudah Banyak Dapat Privilege dari Jokowi
Rabu, 7 Februari 2024 | 19:35 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok telah resmi mengundurkan diri sebagai komisaris utama PT Pertamina. Langkah politik Ahok tersebut mendapat respons dari aktivis 98 Rahmat Hidayat Pulungan.
Rahmat Pulungan menyayangkan langkah Ahok tersebut, pasalnya Ahok paling banyak mendapat privilege selama Joko Widodo (Jokowi) berkuasa mulai dari gubernur DKI sampai menjabat presiden. "Di ujung kekuasaan Jokowi, Ahok mulai serang Jokowi secara sporadis. Kayaknya di mata Ahok itu Jokowi enggak ada benarnya," kata Rahmat Pulungan dalam siaran persnya, Rabu (7/2/2024).
Rahmat juga nyindir sikap Ahok yang seolah-olah kebenaran hanya miliknya saja. "Ahok ini satu aja kurangnya, kurang ngaca. Ibarat orang makan soto, sudah habis dua mangkok tinggal tulang, baru teriak-teriak sotonya kurang enak," katanya.
BACA JUGA
Ahok Disebut Menghasut dan Sebarkan Hoax Soal Presiden Jokowi hingga Gibran yang Tak Bisa Kerja
Menurut Rahmat, secara kinerja Ahok itu biasa aja dan tidak istimewa. Selama menjadi gubernur DKI, dari mulai mengurus negara sampai rumah tangga lebih banyak gimmick daripada subtansinya. "Lebih banyak dramanya," ujar Rahmat.
Bahkan, lanjut Rahmat, waktu Ahok mencalonkan diri sebagai gubernur DKI, juga tidak terlepas dari pengaruh Jokowi. "Kalau tidak ada Jokowi paling 3 persen yang milih dia," katanya.
Rahmat mengatakan Ahok harus sadar masyarakat sudah berubah dan lebih senang mendengarkan program kerja daripada caci maki. "Negative campaign yang dimainkan Pak Ahok itu justru merugikan kandidat yang dia dukung. Kehadirannya bukan menambah pendapatan suara malah jadi beban capres dan cawapresnya," ujar Rahmat.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Pengguna Netflix Paket Murah Siap-siap Dibombardir Iklan




