Aktivis 98 Rahmat Pulungan: Quick Count Jawab Kebutuhan Informasi yang Cepat
Sabtu, 17 Februari 2024 | 11:27 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Aktivis 98 Rahmat Hidayat Pulungan menilai, hitung cepat atau quick count adalah tradisi di pemilihan umum. Hitung cepat ini memang biasa menimbulkan pro dan kontra dalam setiap pemilihan umum, terutama dari pihak yang kalah.
"Pro kontra selalu terjadi dalam setiap pemilu, terutama dari pihak yang kalah," ujar Rahmat, Sabtu (17/2/2024).
Ia mengibaratkan, quick count itu seperti hukum sunah dalam pemilu. Dikerjakan bagus, tidak dilakukan, tidak apa-apa.
Meski demikian, Rahmat menilai quick count itu adalah hal penting dalam setiap pemilu, termasuk Pemilu 2024, demi menjawab kebutuhan informasi yang cepat dalam situasi masyarakat yang sangat dinamis.
"Ini menjadi tuntutan zaman di masyarakat saat ini sangat membutuhkan kecepatan informasi. Fenomena ini juga menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi penyelenggara pemilu agar hasil pemilu bisa cepat, bahkan dalam 24 jam," katanya.
Selain itu, lanjut dia, quick count sebenarnya bagus juga dalam menjaga potensi kecurangan pemilu oleh penyelenggara pemilu. "Quick count ini adalah produk ilmu pengetahuan dan bisa dipertanggungjawabkan secara rasional dan empirik. Nah, ini yang ribut quick count itu adalah orang-orang yang punya ilmu pengetahuan mumpuni," sindir aktivis muda Nahdlatul Ulama (NU) ini.
Terkait hasil quick count sejumlah lembaga survei yang menempatkan pasangan calon nomor urut 2 Prabowo-Gibran unggul, Rahmat yakin bahwa hasilnya kurang lebih sama dengan penghitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
"Lembaga quick count ini kan mempertaruhkan integritas mereka. Lembaga ini enggak mungkin ngawur karena mereka mempertaruhkan semuanya," ujarnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA LAINNYA
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Mengejutkan! 200.000 Anak Indonesia Terjerat Judi Online




