Blispi: Pelatih Kepala Timnas Pelajar Tetap Firman Utina

Blispi: Pelatih Kepala Timnas Pelajar Tetap Firman Utina
Ketua BLISPI Subagja Suihan gelar pertemuan secara internal dengan manajemen Timnas Pelajar U-15 di PPIKON Kempora Senayan Jakarta, Jumat, (22/3/2019). ( Foto: Hendro Situmorang )
Hendro D Situmorang / JAS Sabtu, 23 Maret 2019 | 14:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (Blispi) menyatakan memilih Firman Utina tetap sebagai kepala pelatih tim nasional pelajar U-15. Pertemuan Pihak Blispi dengan Deputi III Kempora ini digelar untuk membahas soal Timnas U-15 yang dipersiapkan mengikuti kejuaraan di Portugal dalam event Iber Cup Cascias Portugal pada 1-7 Juli mendatang.

"Blispi tetap pada keputusan semula terkait posisi Firman Utina sebagai kepala pelatih timnas pelajar U-15. Firman tetap sebagai pelatih kepala dan hingga saat ini belum ada perubahan soal posisi yang bersangkutan dalam Timnas Pelajar U-15,” kata Ketua Blispi, Subagja Suihan usai pertemuan secara internal jajaran BLISPI dan manajemen Timnas Pelajar U-15 di PPIKON Kempora Jakarta, Jumat,(22/3).

Pernyataan Subagja tersebut menjawab kabar adanya perubahan jabatan dalam dalam manajemen Timnas Pelajar U-15, tanpa koordinasi dengan Blispi Pusat sebagai perpanjangan tangan Kempora dalam hal pembinaan sepakbola usia dini.

Posisi Firman Utina sebagai kepala pelatih oleh manajer Timnas Pelajar U-15 Ray Manurung digantikan Aples Tecuari yang sebelumnya sebagai asisten pelatih. Selain itu Ray Manurung secara diam-diam telah melakukan pengurangan pemain padahal masih dalam tahap seleksi.

Kondisi ini membuat Blispi harus turun tangan, mengingat banyaknya keluhan dari Blispi daerah-daerah, mengenai kondisi yang ada dalam manajemen Timnas Pelajar U-15. Termasuk adanya seleksi pemain yang tanpa berkoordinasi dengan tim pemandu bakat atau talent scouting yang dibentuk Blispi Pusat, hingga kabar adanya pemain titipan.

Terkait hal itu Blispi Pusat dan pihak Kempora melakukan evaluasi kembali terhadap manajemen Timnas Pelajar U-15. Semua pihak yang terlibat dalam Timnas Pelajar U-15, baik Blispi manajer Timnas Pelajar U-15 dalam rapat evaluasi di Kantor Kempora

Namun sayang dalam rapat evaluasi manajer Timnas Pelajar U-15 Ray Manurung tidak hadir. Padahal kehadirannya diharapkan mampu menjelaskan ataupun mengklarifikasi kebijakan yang dilakukan, yang berujung protes berbagai pihak.

Asisten Deputi Kempora Bidang Olahraga Pendidikan (Ordik), Alman Hudri usai pertemuan mengatakan soal ketidakhadiran manajer Timnas Pelajar U-15 tersebut. Seharusnya manajer timnas Pelajar U-15 Ray Manurung hadir untuk menjelaskan kinerjanya termasuk adanya upaya perubahan seperti pergantian pelatih kepala dan pencoretan para pemain.

”Manajer timnas itu adalah bagian dari tim. Segala sesuatu yang berkaitan dengan timnas pelajar U-15 ini menjadi tanggung jawabnya. Dan semuanya itu dipertanggungjawabkan kepada Kempora melalui Blispi,” kata dia.

Alman menilai, tindakan mengganti posisi pelatih kepala timnas pelajar U-15 dan pencoretan pemain tanpa koordinasi dengan Blispi merupakan pelanggaran.

Sementara itu Koordinator Blispi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jevry Manaha menegaskan pihaknya meminta kepada Blispi Pusat dan Kempora untuk mencabut kembali mandat yang diberikan kepada Ray Manurung sebagai manajer tim Timnas Pelajar U-15.

Menurut Jevry, sebagai manajer tim, Ray dinilainya telah melakukan pelanggaran dengan melakukan kebijakan di luar ketentuan yang berlaku dan telah disepakati semua pihak.

"Semestinya sebagai manager Timnas Pelajar U-15, Ray Manurung mempresentasikan hasil pengurangan pemain dalam forum dan pemain yang masuk seleksi timnas pelajar adalah pemain yang mengikuti kejuaraan Piala Menpora kemarin, di luar itu tidak boleh," ungkap dia.

Timnas Pelajar U-15 tengah dipersiapkan Kempora untuk mengikuti Kejuaaraan Iber Cup Cascias di Portugal pada 1-7 Juli 2019 mendatang. Saat ini tengah berlangsung program seleksi para pemain yang berasal dari 34 provinsi di Bandung.

Namun dalam proses seleksi timbul berbagai persoapan, dari pergantian pelatih kepala yang dilakukan sepihak serta seleksi pemain tanpa berkoordinasi dengan tim pemandu bakat bentukan Kempora.



Sumber: Suara Pembaruan