Tim Elite Jerman Latih Anak-Anak Indonesia Lewat Young Warrior Academy
Jumat, 15 November 2019 | 20:10 WIB
Tangerang Selatan - Tim elite sepakbola Jerman, Borussia Monchengladbach memberikan klinik kepelatihan coaching clinic kepada anak-anak Indonesia dengan menyambangi markas sepakbola Young Warrior Football Academy di Deutsche Schule Jakarta, BSD City, Tangerang Selatan.
Selain melakukan coaching clinic, kedatangan mereka juga untuk mempromosikan klub yang kini memuncaki klasemen Bundesliga. Acara ini merupakan rangkaian dari Bundesliga Experience sekaligus kehadiran legenda tim Panser Jerman, Lothar Matthaeus di Jakarta.
"Kami senang kedatangan tim pelatih klub hebat dari Jerman ini. Kami harap kerja sama ini ke depan bisa berjalan dengan baik," kata Kepala Pelatih Young Warrior Football Academy, Javier Roca kepada wartawan di sela klinik kepelatihan, Jumat (15/11/2019).
"Saya berharap anak-anak benar-benar memanfaatkan pelatihan ini sebaik mungkin karena akan mendapat pengalaman yang berarti dengan gaya sepakbola ala Jerman. Anak-anak Indonesia menurut pengamatan saya punya kecepatan, teknik dan stamina," ," ujar Javier Roca.
"Kami sebagai pelatih ingin membantu mengerti permainan secara kognitif yakni kapan harus berlari cepat, menendang, dan membawa bola ke depan. Itu tugas pelatih memberikan arahan yang tepat bagi anak didiknya yang tugasnya cukup besar," tambah mantan gelandang serang Persija Jakarta itu.
Roca mengaku fokusnya adalah membuat anak-anak bisa lebih kompetitif dalam bermain sepakbola. Diakui Young Warrior juga tertarik mendapat ilmu langsung dari pelatih asal Jerman yang berpengalaman.
Sementara Kepala Sekolah Sepakbola Borussia Monchengladbach, Norman Wittekopf mengatakan di akademi klub biasanya diajarkan permainan yang lebih komplek. Jadi bisa lebih mengerti saat latihan di bawa ke pertandingan yang sebenarnya harus mempraktikkannya.
"Biasanya ada jenjang yang kami ajarkan seperti pasang satu lawan satu. Semakin tinggi usianya makin dibuat tantangannya yang lebih seru. Teknik dalam permainan kami ajarkan 1 hadapi 1, lalu naik 2 lawan 2 serta naik lagi menjadi tim dan cara aplikasikan teknik dan taktik di lapangan," ujar Wittekopf.
"Kami akui potensi anak Indonesia sangatlah tinggi karena mereka benar-benar mau belajar dan termotivasi. Ini yang penting karena kemampuan belajar anak di klub ini sangat bagus," jelas dia.
Managing Director Borussia Academy Singapore, Ulii Neidermayer mengatakan anak-anak Indonesia sebenarnya memiliki talenta sepakbola yang luar biasa. Pihaknya ingin memperkenalkan bahwa saat ini klub sepakbola Jerman, Borussia Monchengladbach sebagai pimpinan klasemen sementara Liga Utama Jerman atau Bundesliga dan meningkatkan sepakbola di Indonesia.
"Ini langkah pertama pengenalan bola. Akan ada step berikutnya. Juni mendatang pada 2020 akan langkah step berikutnya," katanya.
Dia menambahkan ke depan ada rencana membuka klub untuk pembinaan usia dini di Indonesia. Karena itu butuh kerja sama dengan pelatih dan klub lokal guna membantu sepakbola Indonesia menjadi lebih maju.
"Sebenarnya potensi sepakbola Indonesia sangatlah besar karena bisa menjadi Brasil di Asia. Hal yang menjanjikan ini perlu dipupuk talenta dan kualitasnya dari pelatih berpengalaman dan anak-anak harus banyak ikuti turnamen serta kompetisi yang bagus," papar Ulii.
Sementara, Kepala Sekolah Deutsche Schule Jakarta, Hoffman mengaku sangat mendukung kehadiran tim pelatih Borussia Monchengladbach. Dia senang dan berharap ada kelanjutan ke depann yakni kembali ke Indonesia dan terus melatih di sini.
"Saat ini kerja sama Young Warrior dengan Borussia sangat bagus. Maka kami memanggil pelatih profesional. Kami fokus dari segi pendidikan sepakbola di Indonesia yang sangat populer dan bagus. Di sini akan dijadikan pusat sepakbola edukasi usia dini," paparnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Polisi Temukan Senjata Tajam di TKP Mahasiswi Unpad Dilindas Motor




