Blispi Bantah Catut Nama Kempora

Senin, 14 Desember 2020 | 21:33 WIB
HS
JS
Penulis: Hendro Dahlan Situmorang | Editor: JAS
Pelantikan dan pengukuhan Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) wilayah Provinsi Jawa Barat di Kota Cirebon.
Pelantikan dan pengukuhan Badan Liga Sepak Bola Pelajar Indonesia (BLiSPI) wilayah Provinsi Jawa Barat di Kota Cirebon. (istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com - Badan Liga Sepakbola Pelajar Indonesia (Blispi) membantah tudingan bahwa pihaknya telah mencatut nama Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora) dalam penyelenggaraan Liga Pelajar Piala Blispi Nasional 2020 yang digelar di Cirebon dan Kuningan, Jawa Barat.

Sebelumnya beredar informasi gelaran Piala Blispi Nasional di lapangan Windusengkahan Kuningan pada Sabtu (12/12/2020) dihentikan oleh Kapolres Kuningan dan disebut ilegal lantaran membawa-bawa nama Kempora.

"Perlu diluruskan bahwa gelaran Piala Blispi Nasional 2020 ini adalah murni kegiatan intern Blispi tanpa melibatkan pihak-pihak lain apalagi mencatut nama Kempora," tegas Ketua Umum Blispi, Subagja Suihan, Senin (14/12/2020).

"Saya sebagai Ketua sudah selalu mengingatkan kepada teman-teman pengurus Blispi agar agenda tahun ini jangan sampai membawa nama pihak lain terlebih Kempora," imbuhnya.

Subagja lebih lanjut membeberkan sejumlah fakta terkait penghentian Kejuaraan Piala Blispi Nasional di di lapangan Windusengkahan, Kuningan.

Dikatakan, sesuai ketentuan yang berlaku dalam penyelenggaraan kejuaraan sepakbola, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait mulai dari Kepala Desa, Kecamatan, Polsek, Askab PSSI Cirebon dan Askab PSSI Kuningan terkait pelaksanaan babak delapan besar hingga final, Kadispora hingga Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat.

Dalam rekomendasi tertulisnya Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Cirebon memberi arahan agar Panpel Piala Blispi Nasional 2020 menerapkan protokol kesehatan Covid-19 serta menyediakan sarana dan prasarananya.

Meski telah mendapat restu dari Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat, namun di tengah jalan penyelenggaraan Piala Blispi Nasional di Cirebon terkendala akibat tidak adanya persetujuan dari Tim Kesehatan Puskesmas Desa Cilengkrang Girang. Pertandinganpun terpaksa dihentikan.

Sehingga tiga lapangan yang telah dipersiapkan di Cirebon yaitu lapangan Waled Kota, lapangan Jatiwaluya dan lapangan Cilengkrang Girang tidak dapat digunakan.

"Akibat kehilangan tiga lapangan tersebut panitia lokal bergerak cepat untuk mencari lapangan pengganti dan direkomendasikan lapangan Windusengkahan Kuningan," beber Subagja .

"Karena weekend kami kesulitan mencari lapangan. Akhirnya sampai malam dapat dua lapangan hasil dari rekomedasi dari salah satu rekan pengurus di Kuningan yang sudah dideposit. Panitia mengira tidak ada permasalahan, penggunaan lapangan sudah dibereskan nyatanya tidak," tambahnya.

Pria yang pernah mendapatkan penghargaan SIWO-PWI Golden Award sebagai Pembina Sepakbola Usia Muda Terbaik Indonesia ini menyatakan kejadian dihentikannya penyelenggaraan Piala Blispi Nasional di lapangan Windusengkahan lebih karena miskomunikasi antara panitia lokal dengan pihak-pihak terkait.

Subagja kembali menegaskan Piala Blispi Nasional 2020 di Cirebon dan Kuningan adalah murni kegiatan Blispi.

"Saat memberi keterangan kepada kepolisian saya menegaskan juga bahwa agenda ini adalah agenda murni Blispi. Bukan Kempora. Makanya pada saat di BAP saya tidak menyebutkan terkait dengan Kempora," tambahnya.

Pengurus Blispi Sumatera Selatan Andri Irani SH membenarkan bahwa kegiatan tetsebut adalah murni event internal Blispi dan tidak melibatkan Kempora.

"Bisa dilihat dari mulai piala bergilir, piala tetap, medali dan piagampun tidak ada sama sekali nama Kemenpora dalam penyelenggaraan Liga Pelajar Piala Blispi Nasional 2020 di Cirebon dan Kuningan. Dan ini dari awal sudah diingatkan oleh Asisten Deputi Pengelolaan Olahragaan Pendidikan Kemenpora Ary Moelyadi sebagai penanggung jawab program Liga Berjenjang untuk Pelajar Piala Menpora dan ini dibenarkan juga oleh Ketua Umum Blispi," ujar Andri.

Tetap Konsisten
Subagja memastikan terhentinya Liga Pelajar U-14 Piala Blispi National 2020 tak menyurutkan komitmen dan semangat Blispi Pusat dan Blispi Provinsi di seluruh Indonesia dalam membangun sepakbola usia dini dan usia muda di tanah air.

"Ini sebagai tonggak pengalaman berharga ke depan. Pembelajaran untuk lebih baik lagi dan tambah semangat lagi," tukasnya.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada para pengurus Blispi Provinsi dan Sekolah Sepak Bola (SSB) pendamping yang mewakili provinsi yang begitu antusias sebagai peserta. Dan saya yakin teman-teman pengurus di seluruh Indonesia tetap konsisten dan semangat," tutupnya.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon