ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Massa Masih Berkerumun, Jalan Kramat Kwitang Ditutup Total

Sabtu, 30 Agustus 2025 | 10:53 WIB
AT
SL
Penulis: Andrew Tito | Editor: LES
Massa masih berkerumun di kawasan Kwitang, Jakarta.
Massa masih berkerumun di kawasan Kwitang, Jakarta. (Beritasatu.com/Andrew Tito)

Jakarta, Beritasatu.com —   Situasi di kawasan Jalan Kramat Kwitang, Jakarta Pusat, Sabtu (30/8/2025) pagi, masih belum sepenuhnya normal pascademonstrasi ricuh di depan Markas Brimob Kwitang. Penutupan jalan di area tersebut masih diberlakukan sebagai langkah antisipasi keamanan.

Pantauan di lokasi pada pukul 08.50 WIB menunjukkan arus kendaraan dari arah Salemba menuju Kwitang ke arah Monas tetap ditutup total. Para pengendara dialihkan ke jalur alternatif melalui flyover Atrium Senen menuju Mangga Dua, Jakarta Utara. Rekayasa lalu lintas ini menyebabkan kepadatan di sejumlah titik jalan layang.

Sepanjang Jalan Kwitang tampak penuh dengan sisa-sisa kericuhan. Warga masih banyak berkerumun di tepi jalan untuk menyaksikan kondisi terkini. Jalanan dipenuhi bebatuan, puing separator busway, serta bekas pembakaran yang menyisakan arang dan noda hitam di beberapa titik aspal. Bahkan, api kecil masih terlihat menyala di beberapa lokasi pada Sabtu pagi.

ADVERTISEMENT

Di ujung jalan, barisan Satuan Brimob bersiaga ketat dengan tameng hitam di tangan. Mereka membentuk formasi pertahanan rapat di depan gerbang Mako Brimob untuk mencegah massa kembali mendekat. Kehadiran aparat dalam jumlah besar membuat warga yang melintas di jalan layang Senen berhenti sejenak untuk melihat situasi, sehingga menimbulkan perlambatan lalu lintas.

Sejak Jumat (29/8/2025) malam, Mako Brimob Kwitang menjadi titik konsentrasi aksi massa, khususnya para pengemudi ojek online (ojol) dan warga. Unjuk rasa dipicu oleh kematian Affan Kurniawan (21), seorang driver ojol yang tewas setelah terlindas kendaraan taktis (rantis) milik Brimob di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, Kamis (28/8), saat sedang mengantarkan pesanan makanan.

Peristiwa tragis tersebut menimbulkan gelombang kemarahan dan duka di kalangan komunitas ojek online. Mereka menuntut pertanggungjawaban pihak Brimob atas insiden yang dianggap sebagai kelalaian fatal. Aksi solidaritas juga ramai bermunculan di media sosial dengan tagar-tagar yang menuntut keadilan bagi korban.

Pada malam sebelumnya, massa bertahan cukup lama di sekitar Mako Brimob Kwitang. Aparat Marinir dan Kopasgat TNI turun tangan mengimbau demonstran agar membubarkan diri secara damai. Namun, ketegangan sempat terjadi karena massa bersikeras menyuarakan tuntutan hingga larut malam.

Hingga Sabtu pagi, penutupan Jalan Kramat Kwitang masih diberlakukan. Pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi mengenai durasi penutupan tersebut. Sementara itu, warga sekitar berharap kondisi segera pulih agar aktivitas masyarakat kembali normal.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon