Aliansi Buruh Gebrak Kepung Patung Kuda, Demo Rakyat Menggugat
Kamis, 4 September 2025 | 17:31 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Ratusan massa buruh dan rakyat yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Buruh Bersama Rakyat (Gebrak) menggelar demonstrasi bertajuk “Rakyat Menggugat” di kawasan Patung Arjuna Wijaya atau Patung Kuda, Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/9/2025).
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak pukul 13.30 WIB massa mulai berdatangan membawa atribut organisasi. Mereka kemudian memulai orasi sekitar pukul 14.00 WIB. Jalan MH Thamrin masih terlihat lancar, tetapi akses Jalan Merdeka Selatan menuju Gambir ditutup polisi demi mengantisipasi penumpukan massa.
Untuk menjaga keamanan, ratusan personel gabungan dari kepolisian dan TNI dikerahkan. Barikade polisi pun tampak dipasang untuk menutup jalan menuju kawasan Istana Merdeka.
Dalam aksinya, massa membawa bendera berwarna merah, putih, dan oranye yang simbol gabungan aliansi Gebrak serta berbagai spanduk, bunga, dan selebaran berisi tuntutan. Dari atas mobil komando, orasi bergantian dilontarkan oleh perwakilan buruh dan mahasiswa.
“Hentikan tindakan represif terhadap rakyat!” teriak salah seorang orator dengan lantang, disambut sorakan massa yang memenuhi jalan.
Orasi lain juga menyoroti kondisi ekonomi rakyat yang semakin tertekan akibat kenaikan harga kebutuhan pokok.
“Rakyat semakin sulit, harga sembako makin mahal! Turunkan harga, sejahterakan rakyat!” ujar seorang orator lain melalui pengeras suara.
Aliansi Gebrak bukanlah organisasi tunggal. Gerakan ini merupakan gabungan dari sejumlah kelompok buruh, mahasiswa, dan organisasi masyarakat sipil.
Aksi “Rakyat Menggugat” ini merupakan kelanjutan dari rangkaian demonstrasi yang sudah bergulir sejak 25 Agustus 2025. Para peserta aksi menegaskan bahwa gelombang protes akan terus berlanjut hingga tuntutan mereka benar-benar didengar oleh pemerintah.
Dalam aksinya, Gebrak mengusung sejumlah tuntutan pokok, yakni:
• Menghentikan tindakan represif aparat terhadap massa aksi.
• Membebaskan aktivis dan peserta demo yang ditahan polisi.
• Menurunkan tarif pajak yang membebani rakyat.
• Menurunkan harga kebutuhan pokok yang terus meroket.
• Mendesak pemerintah dan DPR segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset sebagai upaya pemberantasan korupsi.
Menurut mereka, pemerintah saat ini gagal menjamin kesejahteraan rakyat. Selain beban ekonomi akibat pajak dan harga sembako yang terus naik, kebebasan berdemokrasi pun disebut semakin terancam oleh tindakan represif aparat.
Hingga pukul 14.50 WIB, massa aksi masih bertahan di lokasi. Mereka melanjutkan orasi sambil membelakangi pagar barikade polisi yang menutup akses menuju Patung Kuda. Situasi terpantau kondusif, meski penjagaan aparat terlihat ketat.
Aksi ini diperkirakan masih akan berlanjut pada hari-hari berikutnya, seiring dengan semakin luasnya dukungan dari berbagai elemen masyarakat yang merasakan dampak langsung dari naiknya harga kebutuhan pokok dan tekanan kebijakan ekonomi pemerintah.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




