Pelaku Ditangkap, Ini Motif Penembakan Pengacara di Tanah Abang
Kamis, 30 Oktober 2025 | 11:43 WIB
Jakarta, Beritasatu.com — Polisi berhasil menangkap pria berinsial HD (37), pelaku penembakan pengacara di lahan dekat Gedung Greenwood, Jalan KH Mas Mansyur, Kelurahan Karet Tengsin, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat. HD ditangkap di Kebon Jeruk, Jakarta Barat oleh tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya.
“Tim gabungan berhasil mengamankan pelaku kasus penganiayaan berat dengan menggunakan senjata api yang mengenai punggung kanan korban,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol Ade Ary Syam Indradi di Jakarta, Kamis (30/10/2025).
Pengacara berinisial WA (34) dikeroyok dan ditembak di sebuah lahan kosong dekat Gedung Greenwood, Jalan KH Mas Mansyur, Tanah Abang pada Selasa (28/10/2025) sekitar pukul 07.28 WIB.
Baca Juga: Lokasi Penembakan Pengacara di Tanah Abang Kondusif, Ada Garis Polisi
Kejadian bermula saat korban datang ke lokasi mewakili pihak ahli waris dalam urusan sengketa kepemilikan lahan yang telah berlangsung cukup lama. WA datang untuk berkomunikasi dengan kelompok yang selama ini menjaga area tersebut.
Namun, suasana berubah tegang setelah terjadi adu argumen terkait hak penguasaan lahan, hingga akhirnya berujung pada pengeroyokan dan penembakan yang melukai korban.
WA sebenarnya sempat berusaha menenangkan situasi, tetapi seorang anggota kelompok penjaga lahan HD justru menembak korban dari arah belakang. Peluru bersarang di punggung kanan WA sehingga harus dirawat intensif di rumah sakit.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Penembak Pengacara di Tanah Abang
Pada Selasa (28/10/2025) pukul 19.00 WIB, polisi akhirnya menangkap pelaku HD berdasarkan laporan polisi LP/B/3049/X/2025/SPKT Polres Jakpus/Polda Metro Jaya. HD merupakan warga Kelurahan Alak, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan tidak memiliki pekerjaan tetap.
Sebuah video amatir memperlihatkan momen dramatis penangkapan HD. Dalam rekaman itu, pelaku tampak disergap petugas di depan sebuah rumah. Ia terlihat terbaring di jalan dengan tangan dan kaki diborgol, sementara seorang perempuan yang diduga kerabatnya menangis histeris di dekat lokasi.
Di sisi lain, sebuah sepeda motor ditemukan tergeletak di jalan dengan mesin masih menyala, diduga baru saja digunakan pelaku untuk melarikan diri sebelum akhirnya disergap. Petugas kemudian melakukan penggeledahan terhadap tubuh HD dan berhasil menemukan senjata api yang digunakan untuk menembak korban.
“Mana senjatanya? Di mana kamu simpan?” tanya seorang polisi dalam rekaman tersebut.
Tak lama kemudian, petugas menemukan senjata api tersebut, lalu segera mengosongkan amunisinya. Dalam video, polisi terdengar menegaskan kepada pelaku, “Habis tembak orang, lihat berita. Kamu baru habis tembak orang.”
Baca Juga: Ini Pemicu Penembakan Pengacara di Tanah Abang
Dalam interogasi singkat di lokasi, HD mengaku bahwa ia dan rekan-rekannya sudah beberapa hari menjaga lahan yang tengah disengketakan. “Tadi pagi kami lagi tidur, tiba-tiba mereka datang marah-marah, gedor-gedor gerbang,” ucap HD kepada petugas.
Ketika ditanya asal senjata api yang digunakan, ia menjawab singkat, “Dari timur,” tanpa menjelaskan lebih lanjut. Polisi menduga senjata tersebut didapat dari jaringan ilegal, dan kini tengah menelusuri sumbernya.
Menurut hasil pemeriksaan awal, motif utama penyerangan diduga karena rasa kesal dan emosi sesaat.
“Pelaku merasa terganggu dan kesal karena korban bersama rekan-rekannya memaksa masuk ke lokasi dan merusak gerbang yang dijaga kelompok pelaku,” jelas Ade Ary.
Selain itu, pelaku juga menuduh pihak korban tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu sebelum masuk ke area lahan yang diklaim dijaga oleh kelompoknya.
Saat ini, HD telah ditahan di Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi masih mendalami sejumlah aspek, mulai dari asal senjata api, keterlibatan pihak lain, hingga status hukum lahan yang menjadi sumber sengketa.
“Penyidik sedang melengkapi berkas dan mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang turut terlibat dalam pengeroyokan,” kata Ade Ary.
Sementara itu, pihak keluarga korban WA berharap polisi mengusut tuntas kasus ini dan mengungkap siapa pihak yang berada di balik kelompok penjaga lahan tersebut. Sengketa lahan di kawasan Tanah Abang sendiri bukan hal baru, dan sering kali memicu konflik terbuka antara pihak ahli waris dan kelompok penjaga yang mengklaim kepemilikan.
Kasus ini menambah panjang daftar insiden kekerasan yang dipicu oleh sengketa lahan di kawasan pusat ibu kota. Beberapa tahun terakhir, wilayah Tanah Abang, Karet Tengsin, dan sekitarnya kerap menjadi lokasi konflik antara pengembang, ahli waris, dan kelompok yang menguasai lahan secara fisik.
Pengamat hukum menilai, lemahnya sistem administrasi pertanahan serta ketidaktegasan aparat dalam menertibkan lahan-lahan sengketa membuat situasi rawan bentrok semakin sering terjadi.
Polisi diharapkan tidak hanya memproses pelaku penembakan, tetapi juga menyelidiki jaringan penjaga lahan dan pihak-pihak yang membiayai atau mengarahkan mereka.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




