3 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500 Disemayamkan di Politeknik AUP
Minggu, 25 Januari 2026 | 05:40 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Tiga jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 resmi disemayamkan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP), Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (25/1/2026) dini hari. Ketiga jenazah tersebut terdiri dari dua pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta satu pilot Indonesia Air Transport (IAT) yang sebelumnya telah teridentifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).
Iring-iringan mobil ambulans yang membawa ketiga jenazah tiba di lingkungan Politeknik AUP sekitar dini hari. Satu per satu peti jenazah yang dibalut bendera merah putih diturunkan dari ambulans dan diusung menuju Masjid Nurul Falah untuk disemayamkan. Suasana haru menyelimuti prosesi penyambutan, dengan isak tangis keluarga dan kerabat yang turut mengiringi kedatangan jenazah.
Ketiga korban yang disemayamkan masing-masing bernama Ferry Irawan, Yoga Naufal, dan Andy Dahananto. Setelah tiba di lokasi, pegawai KKP bersama anggota keluarga melaksanakan salat jenazah sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada para korban kecelakaan pesawat ATR 42-500.
Sebelum dimakamkan, ketiga jenazah dijadwalkan disemayamkan terlebih dahulu di Auditorium Madidihang Politeknik AUP KKP pada Minggu pagi. Di lokasi tersebut akan dilangsungkan prosesi penghormatan terakhir, sekaligus serah terima jenazah dari pihak keluarga sebelum dimakamkan di tempat yang telah ditentukan.
Sesuai rencana, jenazah Ferry Irawan akan dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Pondok Rangon, Jakarta Timur. Sementara itu, jenazah Yoga Naufal akan dikebumikan di TPU Malaka, Pondok Kopi, Jakarta Timur. Adapun jenazah Andy Dahananto akan dibawa ke Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, Banten, untuk dimakamkan.
Sementara itu, Basarnas bersama tim SAR gabungan secara resmi telah menutup operasi pencarian dan pertolongan pesawat ATR 42-500 yang mengalami kecelakaan di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Selama sepekan pelaksanaan operasi SAR, tim gabungan berhasil mengevakuasi dan menyerahkan 11 kantong jenazah kepada Posko DVI Biddokkes Polda Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data manifes, seluruh 10 penumpang pesawat yang terdiri atas tujuh kru dan tiga penumpang telah berhasil diidentifikasi. Penutupan operasi SAR menandai berakhirnya seluruh rangkaian pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 tersebut.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Jerman vs Pantai Gading: Duel Hidup Mati Penguasa Grup E




