Libur Imlek 2026, Ekonomi Jakarta Tembus Rp 9 Triliun
Rabu, 18 Februari 2026 | 11:53 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan perputaran ekonomi di Jakarta selama libur perayaan Imlek 2026 mencapai Rp 9 triliun. Hal itu dikonfirmasi langsung Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno.
“Kegiatan Imlek kemarin, perputaran ekonomi di Jakarta Rp 9 triliun,” ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Rano optimistis tren positif ini akan berlanjut saat Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah. Bahkan, perputaran ekonomi diproyeksikan bisa melampaui Rp 20 triliun. “Nanti, pada 8 Maret akan ada Nyepi, ekonomi Jakarta akan bergerak,” tambahnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar beragam acara untuk menyemarakkan Tahun Baru Imlek 2026.
Salah satu agenda utama adalah Festival Imlek Jakarta di Bundaran HI pada 13-17 Februari 2026. Acara ini menghadirkan 3D lantern 12 shio, harmony lantern walk, pagoda LED Cahaya Harmoni, pertunjukan liong dance, parade barongsai, hingga atraksi laser.
Selain itu, sebanyak 98 gedung ikut serta dalam Lomba Dekorasi Imlek Jakarta untuk memperindah berbagai sudut kota. Perayaan Imlek juga diramaikan Festival Pecinan Jakarta di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) pada 15-17 Februari 2026 dan Harmoni Jakarta di Blok M Hub.
Kemeriahan berlanjut melalui Semarak Imlek Nasional dengan video mapping di kawasan Monumen Nasional (Monas), serta Jakarta Light Festival Chinese New Year Edition di Kota Tua Jakarta pada 16-17 Februari 2026.
Tak ketinggalan, Festival Kelenteng Jakarta turut melibatkan sejumlah kelenteng di ibu kota. Rangkaian perayaan akan ditutup dengan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026 di kawasan Pecinan Glodok.
Pada Selasa (17/2/2026) malam, Pemprov DKI juga menggelar Transisi Ramadan 1447 Hijriah di Bundaran HI sebagai simbol harmonisasi keberagaman dari perayaan Imlek menuju bulan suci Ramadan.
Acara tersebut dimeriahkan pertunjukan seni budaya Nusantara bernuansa Islami, seperti Tari Rantoh Jaroe, Randai, Rampak Bedug, dan Zapin Betawi. Kesenian Tionghoa, seperti barongsai dan liong turut tampil, disertai nasyid, marawis, dan hadrah.
Rangkaian perayaan lintas budaya ini tak hanya menghadirkan kemeriahan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi signifikan bagi Jakarta. Selain itu juga sekaligus memperkuat citra kota sebagai pusat destinasi wisata dan budaya nasional.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Pendakian Gunung Gede Pangrango Dibuka Lagi pada 13 April 2026




