ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Kasus Perampokan di Menteng Terungkap, Ternyata Rekayasa Rekan Korban

Jumat, 19 Juni 2026 | 19:03 WIB
IC
IC
Penulis: Iman Rahman Cahyadi | Editor: CAH
Konferensi pers Polres Metro Jakarta Pusat terkait pembunuh berencana di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat
Konferensi pers Polres Metro Jakarta Pusat terkait pembunuh berencana di Jalan Pati, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (Antara/Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Kepolisian mengungkap fakta mengejutkan di balik kasus dugaan perampokan yang disertai penusukan terhadap seorang pria berinisial MHA (30) di kawasan Menteng, Jakarta Pusat. 

Hasil penyelidikan menunjukkan peristiwa tersebut ternyata merupakan rekayasa yang dibuat oleh rekan kerja korban, seorang perempuan berinisial USP (31), yang diduga merencanakan percobaan pembunuhan.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, mengatakan penyidik telah menetapkan USP sebagai tersangka. Ia dijerat dengan pasal tentang penganiayaan serta percobaan pembunuhan berencana.

ADVERTISEMENT

"Pasal yang diterapkan yaitu Pasal 466 tentang penganiayaan dan Pasal 459 juncto Pasal 17 ayat (1) mengenai percobaan pembunuhan dengan perencanaan," ujar Roby dalam konferensi pers di Polres Metro Jakarta Pusat, dikutip dari Antara, Jumat (19/6/2026).

Awalnya Mengaku Dirampok 2 Orang

Kasus ini bermula dari laporan yang diterima Polsek Menteng pada Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, korban MHA ditemukan mengalami luka-luka, sedangkan USP berstatus sebagai saksi yang berada di lokasi kejadian.

Dalam keterangannya kepada polisi, USP mengaku rumahnya didatangi dua perampok ketika dirinya dan korban, yang merupakan rekan kerja di sebuah perusahaan teknologi informasi (IT), sedang berada di dalam rumah.

Menurut pengakuannya, kedua pelaku terlibat cekcok dengan korban di lantai atas. USP mengaku naik ke lantai dua sambil membawa teflon dan alat setrum untuk melindungi diri.

Ia juga menyebut para pelaku menyekap korban sehingga dirinya menyerahkan emas batangan seberat 200 gram beserta sekitar 300 gram perhiasan emas agar korban dibebaskan. Namun, korban tetap ditusuk oleh para pelaku.

Polisi Temukan Kejanggalan

Penyidik kemudian melakukan penyelidikan ilmiah atau scientific investigation. Dari hasil pemeriksaan tempat kejadian perkara, barang bukti, serta keterangan sejumlah saksi, polisi menemukan banyak kejanggalan yang tidak sesuai dengan cerita awal USP.

"Keterangan awal saudari USP kami duga palsu. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata tidak ada dua orang yang masuk ke rumah. Pelaku penganiayaan terhadap saudara MHA justru dilakukan oleh saudari USP sendiri," kata Roby.

Selain itu, penyidik menilai terdapat kejanggalan karena laporan kepada polisi baru dibuat lebih dari satu jam setelah kejadian berlangsung.

"Yang menjadi kecurigaan awal adalah jeda waktu antara kejadian dengan pelaporan yang cukup lama," tambahnya.

Setelah diperiksa secara intensif, USP akhirnya mengakui perbuatannya dan mengungkap kronologi yang sebenarnya. Saat kejadian, korban diketahui sedang menginap di rumah pelaku setelah keduanya pulang dari perjalanan dinas luar kota. Keesokan harinya mereka dijadwalkan berangkat ke Bali.

Pelaku kemudian meminta korban memegang selembar kain yang telah dihubungkan dengan kabel beraliran listrik. Sengatan listrik membuat korban terjatuh dan tidak sadarkan diri selama sekitar enam hingga delapan detik.

Karena panik melihat korban masih pingsan, pelaku kemudian melakukan penganiayaan menggunakan tabung nitrogen, teflon, dan pisau. Akibat serangan tersebut, korban mengalami tujuh luka tusuk.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, polisi memastikan tidak pernah terjadi aksi perampokan sebagaimana yang dilaporkan sebelumnya. Kasus tersebut merupakan dugaan percobaan pembunuhan yang telah direkayasa oleh pelaku untuk menutupi aksinya.

Penyidik masih terus mendalami motif di balik tindakan USP sekaligus melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke tahap berikutnya.

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Mahasiswa Rampok Alfamart di Bekasi Pakai Pistol Korek Api Ditangkap

Mahasiswa Rampok Alfamart di Bekasi Pakai Pistol Korek Api Ditangkap

JAWA BARAT
Kronologi Penangkapan Perampok Minimarket di Bekasi

Kronologi Penangkapan Perampok Minimarket di Bekasi

JAKARTA
Analisis Barang Bukti dan Saksi, Polisi Buru 2 Perampok di Menteng

Analisis Barang Bukti dan Saksi, Polisi Buru 2 Perampok di Menteng

JAKARTA
Mak-mak Tewas Dirampok di Takalar, Emas 33 Gram Raib

Mak-mak Tewas Dirampok di Takalar, Emas 33 Gram Raib

SULAWESI SELATAN
Kencan dengan Begal, Wanita Bogor Dirampok hingga Mobil-iPhone 11 Raib

Kencan dengan Begal, Wanita Bogor Dirampok hingga Mobil-iPhone 11 Raib

BANTEN
Viral Warga Nonton Final Liga Europa Dirampok Pria Bersenpi, HP Raib

Viral Warga Nonton Final Liga Europa Dirampok Pria Bersenpi, HP Raib

SUMATERA SELATAN

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon