ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Reindustrialisasi Kunci Penting Transformasi Ekonomi

Selasa, 22 November 2022 | 17:23 WIB
MS
FH
Penulis: Mansianus Singko | Editor: FER
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, saat berpidato secara daring dalam acara Indonesia Development Forum 2022, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 22 November 2022.
Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, saat berpidato secara daring dalam acara Indonesia Development Forum 2022, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Selasa, 22 November 2022. (Beritasatu Photo/Mansy Siko)

Badung, Beritasatu.com - Kementerian PPN/Bappenas menyelenggarakan acara puncak Indonesia Development Forum (IDF) 2022 yang mengusung tema The 2045 Development Agenda: New Industrialization Paradigm for Indonesia’s Economic Transformation di Bali, pada 21-22 November 2022.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, mengatakan reindustrialisasi akan menjadi kunci penting transformasi ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19. Seiring dengan membaiknya perekonomian Indonesia, peningkatan share industri pengolahan terhadap produk domestik bruto (PDB) juga menjadi prioritas.

"Industrialisasi ke depan harus menjawab kebutuhan lifestyle baru, yang sustainable, smart, and functional. Konsumen-konsumen kita semakin pandai, semakin smart, maunya affordable dan canggih. Dengan demikian, juga model-model bisnis akan berubah, permintaan tenaga kerja berubah dan demikian juga cara pembiayaan juga berubah," ujar Suharso, dalam acara Indonesia Development Forum 2022, di Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Senin (21/11/2022).

Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN/ Bappenas, Amalia Adininggar Widyasanti, mengatakan, industrialisasi akan menjadi kunci penting dari transformasi ekonomi karena industrialisasi menjadi lebih produktif.

ADVERTISEMENT

"Tanpa industrialisasi, produktivitas ekonomi tidak bisa tumbuh dalam waktu yang panjang. Sementara, untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi hingga mencapai  6%, kita harus meningkatkan produktivitas ekonomi dalam bentuk industrialisasi," kata Amalia.

Menurut Amalia, untuk mencapai tujuan industrialisasi tersebut salah satunya adalah dengan mengubah paradigma yang memiliki ciri-ciri peningkatan kompleksitas ekonomi dan keterkaitan antar produk.

"Selain itu, industrialisasi juga harus didukung oleh penelitian dan inovasi, serta berperan aktif terhadap permintaan pasar," tegasnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Dirgantara indonesia (PT DI), Gita Amperiawan mengatakan, perseroan berkomitmen mendukung program pemerintah dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Terlebih, industri dirgantara menjadi salah satu faktor penggerak pertumbuhan ekonomi.

Menurut Gita, PT Dirgantara Indonesia saat ini masih terus mengembangkan pesawat berkapasitas 100 penumpang yang dimulai dengan N219.

"Melalui kapasitas penumpang yang banyak, tentunya akan menjadi jembatan penghubung berbagai wilayah di Indonesia, sebagai negara kepulauan," kata Gita Amperiawan.



 

Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Dari WFH hingga B50: Strategi Besar Efisiensi RI Hadapi Gejolak Global

Dari WFH hingga B50: Strategi Besar Efisiensi RI Hadapi Gejolak Global

EKONOMI
Efisiensi Pemerintah: WFH hingga B-50 Hemat Ratusan Triliun

Efisiensi Pemerintah: WFH hingga B-50 Hemat Ratusan Triliun

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon