Jokowi Minta Masyarakat Papua Kawal Terus Aliran Dana Pembangunan
Selasa, 21 Maret 2023 | 12:41 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menekankan Papua dan Papua Barat menjadi prioritas pembangunan yang berprinsip Indonesiasentris. Jokowi meminta masyarakat untuk terus mengawal aliran dana yang dikeluarkan pemerintah untuk pembangunan Papua dan Papua Barat, agar tidak jatuh ke tangan koruptor.
Jokowi menjelaskan sejak tahun 2014 hingga tahun 2022, sejumlah proyek infrastruktur terus digenjot di Papua dan Papua Barat. Jokowi mencontohkan beberapa proyek infrastruktur yang telah berjalan dan dapat dinikmati manfaatnya oleh masyarakat, seperti 3462 km jalan Trans Papua, 1,3 kilometer jembatan Youtefa di Jayapura, hingga Bandar Udara Domine Eduard Osok di Sorong.
"Kemudian juga pembangunan lintas batas di 3 lokasi di Skouw, di Sota, kemudian terakhir di Yetetkun di Boven Digoel semuanya telah kita selesaikan," ungkap Jokowi dalam peresmian Papua Youth Creative Hub di Jayapura pada Selasa pagi (21/3/2023).
Jokowi menambahkan sejak tahun 2014 hingga tahun 2022, total anggaran sebesar Rp 1036 triliun sudah digelontorkan oleh pemerintah untuk membangun berbagai infrastruktur di wilayah tersebut. Besarnya anggaran ini membuat Jokowi meminta masyarakat Papua dan Papua Barat untuk terus mengawasi aliran dana agar tidak dikorupsi oleh oknum tidak bertanggung jawab.
"Anggaran yang keluar dari pusat, provinsi, kabupaten dan kota telah keluar 1036 triliun. Uang ini uang yang sangat besar sekali. Oleh sebab itu saya minta kepada masyarakat di tanah Papua tolong ini diawasi, dikawal, diamati terus, jangan sampai belok ke mana-mana nanti tidak akan jadi barang," pesan Jokowi.
Selain memprioritaskan pembangunan infrastruktur, Jokowi juga meresmikan Papua Youth Creative Hub, wadah untuk pemuda Papua mengembangkan minat dan bakat. Melalui Papua Youth Creative Hub, pemuda Papua dan Papua Barat dapat mengembangkan minat di berbagai bidang seperti musik, fashion, fotografi, hingga kewirausahaan.
Jokowi menjelaskan Indonesia akan mengalami bonus demografi pada tahun 2035. Di tahun 2022 lalu, Jokowi menyebut 60% penduduk Papua dan Papua Barat adalah anak muda usia produktif. Untuk itu, Papua Youth Creative Hub menjadi strategi pemerintah untuk memanfaatkan bonus demografi ini sebaik mungkin.
"60 persen penduduk Papua dan Papua Barat itu adalah anak-anak muda di tahun 2022 kemarin. Sehingga ini memerlukan wadah, memerlukan kesempatan kerja, memerlukan peluang kerja, dan jangan berpikir kita ini semua ingin jadi PNS," ungkap Jokowi.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
1
B-FILES
Harga yang Tak Terlihat, Masa Depan yang Terancam
Rio Abdurachman P
Hari Fitri Benahi Diri: Ujian Integritas di Tengah Bayang Korupsi
Muhammad Ishar Helmi
Jet AS Rontok di Iran, Ini Daftar Peristiwa yang Memalukan Amerika




