ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Telkom Setia Pertahankan Investasi di GOTO

Senin, 27 Maret 2023 | 15:20 WIB
M
FB
Penulis: Muawwan | Editor: FMB
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup tahun buku 2022 dengan kinerja yang memuaskan melalui pertumbuhan positif baik dari sisi pendapatan, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA), maupun laba bersih operasi. (foto : Dok. Telkom)
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil menutup tahun buku 2022 dengan kinerja yang memuaskan melalui pertumbuhan positif baik dari sisi pendapatan, Laba sebelum Bunga, Pajak, Depresiasi, dan Amortisasi (EBITDA), maupun laba bersih operasi. (foto : Dok. Telkom) (Dok. Telkom/Dokumentasi)

Pertumbuhan pendapatan Telkom sepanjang tahun 2022 itu di antaranya ditopang oleh pendapatan interkoneksi yang meningkat menjadi Rp 8,4 triliun dari sebelumnya Rp 7,7 triliun.

Kemudian, jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika juga naik dari Rp 82,2 triliun menjadi Rp 86,4 triliun. Termasuk, pendapatan indihome sepanjang tahun buku 2022 yang melompat dari Rp 26,3 triliun menjadi Rp 28,0 triliun.

Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 24,7 triliun menjadi Rp 20,7 triliun.

Perihal investasi Telkom di GOTO, manajemen Telkom mengumumkan bahwa jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,7 triliun dan disajikan sebagai
kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.

ADVERTISEMENT

Kendati begitu, Reza menerangkan bahwa Telkom tidak merealisasikan kerugian investasi di GOTO sehingga tidak terjadi transaksi cash yang menyebabkan arus kas Telkom terganggu.

Demikian pula, dengan percepatan depresiasi aset teknologi usang yaitu MSAN, yang sudah dipercepat dalam FY 2021 dan FY 2022 sehingga tidak membebani return on asset Telkom ke depannya.

"Dengan mengabaikan kerugian investasi GOTO yang masih potential loss dan percepatan depresiasi, maka Telkom tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan pertumbuhan operating net income atau laba bersih operasi sebesar 7.7% atau setara Rp 25,86 triliun," ungkap Reza.

Dirinya merinci, kontribusi pertumbuhan pendapatan diperoleh berkat kompetisi di mobile yang semakin sehat serta bisnis indihome yang masih prospektif. Pertumbuhan digital service Telkomsel juga meningkat dari 78% menjadi 82% dan pertumbuhan pendapatan Indihome sebesar 6.4% yoy. "Didukung lagi, cost leadership menjadi penopang utama pertumbuhan net income," tutup Reza. 



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%

EKONOMI
TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

TelkomGroup Resmikan Community Gateway Wamena, Tulang Punggung Utama Konektivitas Digital Papua Pegunungan

EKONOMI
Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

Perkuat Peran Kartini Digital, Telkom Dorong UMKM Perempuan Tembus Pasar Lebih Luas

EKONOMI
TelkomGroup Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak melalui PP Tunas

TelkomGroup Dukung Menkomdigi Ciptakan Ruang Digital Aman Bagi Anak melalui PP Tunas

EKONOMI
Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

EKONOMI
Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

Telkom dan PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon