Telkom Setia Pertahankan Investasi di GOTO
Senin, 27 Maret 2023 | 15:20 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) resmi merilis laporan keuangan konsolidasian yang berakhir pada 31 Desember 2022 pada Jumat (24/3/2023) lalu. Laba bersih Telkom yang melorot sekitar Rp 6,2 triliun menjadi sorotan. Kerugian itu disebut-sebut akibat investasi perseroan di PT Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Apakah kerugian itu mengubah arah investasi Telkom di GOTO?
SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom Ahmad Reza menjawab, bahwa Telkom akan tetap konsisten meningkatkan sinergy value di GOTO melalui anak usahanya PT Telekomunikasi Seluler atau Telkomsel.
Sinergy value inilah, tutur Reza, yang ingin Telkom tangkap dengan berinvestasi di GOTO melalui Telkomsel. Sebab, GOTO memiliki potensi yang bagus seperti dilihat dari fitur masking dan karyawannya yang tentu jumlahnya tidak sedikit.
"Jadi, kita ada Telkomsel dengan GOTO kita sinergikan potensinya," tambah Reza. Adapun soal rencana peningkatan atau pengurangan investasi Telkom di GOTO, Reza menambahkan, sejauh ini perseroan belum ada pembahasan.
Bila mengacu pada laporan keuangan konsolidasian, emiten telekomunikasi pelat merah itu membukukan pendapatan tumbuh sebesar 2,78% menjadi Rp 147,3 triliun daripada pendapatan pada tahun lalu sebesar Rp 143,2 triliun.
Pertumbuhan pendapatan Telkom sepanjang tahun 2022 itu di antaranya ditopang oleh pendapatan interkoneksi yang meningkat menjadi Rp 8,4 triliun dari sebelumnya Rp 7,7 triliun.
Kemudian, jumlah pendapatan data, internet, dan jasa teknologi informatika juga naik dari Rp 82,2 triliun menjadi Rp 86,4 triliun. Termasuk, pendapatan indihome sepanjang tahun buku 2022 yang melompat dari Rp 26,3 triliun menjadi Rp 28,0 triliun.
Sementara laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mengalami penurunan dari sebelumnya Rp 24,7 triliun menjadi Rp 20,7 triliun.
Perihal investasi Telkom di GOTO, manajemen Telkom mengumumkan bahwa jumlah kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar investasi Telkomsel di GOTO per 31 Desember 2022 sebesar Rp 6,7 triliun dan disajikan sebagai
kerugian yang belum direalisasi dari perubahan nilai wajar atas investasi dalam laporan laba rugi konsolidasian.
Kendati begitu, Reza menerangkan bahwa Telkom tidak merealisasikan kerugian investasi di GOTO sehingga tidak terjadi transaksi cash yang menyebabkan arus kas Telkom terganggu.
Demikian pula, dengan percepatan depresiasi aset teknologi usang yaitu MSAN, yang sudah dipercepat dalam FY 2021 dan FY 2022 sehingga tidak membebani return on asset Telkom ke depannya.
"Dengan mengabaikan kerugian investasi GOTO yang masih potential loss dan percepatan depresiasi, maka Telkom tetap tumbuh sehat dengan mencatatkan pertumbuhan operating net income atau laba bersih operasi sebesar 7.7% atau setara Rp 25,86 triliun," ungkap Reza.
Dirinya merinci, kontribusi pertumbuhan pendapatan diperoleh berkat kompetisi di mobile yang semakin sehat serta bisnis indihome yang masih prospektif. Pertumbuhan digital service Telkomsel juga meningkat dari 78% menjadi 82% dan pertumbuhan pendapatan Indihome sebesar 6.4% yoy. "Didukung lagi, cost leadership menjadi penopang utama pertumbuhan net income," tutup Reza.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
Telkom Bukukan Kinerja Resilience pada FY25, Perkuat Fundamental dan Hasilkan Total Shareholder Return 35,7%
EKONOMIBERITA LAINNYA
Dalami Nilai Investasi PPT ET, KPK Periksa Dirut PT CEP
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo
1
2
Kemenkomdigi: Kami Akan Terus Perang Melawan Judi Online!
5
B-FILES
Arjuna, Sapi Berbobot 1,18 Ton Asal Palembang Jadi Kurban Prabowo




