ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT

Indef Ungkap Ajakan agar Publik Tidak Bayar Pajak Sangat Minim

Selasa, 28 Maret 2023 | 16:12 WIB
MR
JS
Penulis: Muhammad Aulia Rahman | Editor: JAS
Warga mengurus pembayaran pajak surat tanda nomor kendaraan (STNK) di Gerai Pelayanan Terpadu di ITC Roxy Mas, di Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2022. Gerai Pelayanan Terpadu yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik.
Warga mengurus pembayaran pajak surat tanda nomor kendaraan (STNK) di Gerai Pelayanan Terpadu di ITC Roxy Mas, di Jakarta, Rabu, 5 Oktober 2022. Gerai Pelayanan Terpadu yang terintegrasi diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan publik. (BeritaSatu Photo/Mohammad Defrizal/Mohammad Defrizal)

Jakarta, Beritasatu.com - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengungkapkan bahwa tingkat ajakan agar publik luas tidak membayar pajak sangat minim. Temuan ini di tengah sejumlah persoalan yang tengah menjadi sorotan publik, mulai dari pejabat pamer harta hingga sulitnya birokrasi.

Data Analyst at Continuum Indef Maisie Sagita mengungkapkan, keluhan yang meluas di masyarakat berpotensi menurunkan kepercayaan publik atas pengelola pajak. Hasilnya, rakyat menjadi enggan untuk bayar pajak.

"Kami menemukan bahwa meski rakyat banyak mengeluh, bukan berarti rakyat malas bayar pajak. Dari 680.000 perbincangan, hanya 13.000 yang menyuarakan ajakan untuk tidak bayar pajak," kata Maisie Sagita dalam diskusi bertajuk "Taat Bayar Pajak di Era Fenomena Pejabat Pamer Harta", Selasa (28/3/2023).

ADVERTISEMENT

Maisie menyampaikan, temuan ini sesuai dengan yang dibeberkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani. Disebutkan olehnya, laporan surat pemberitahuan pajak (SPT) per Februari 2023 naik 40%.

Hanya saja, Maisie menekankan supaya narasi menolak membayar pajak ini tidak semakin meluas di publik. Soal ini, dia menegaskan pentingnya pemerintah segera melakukan evaluasi agar kepatuhan masyarakat membayar pajak dapat terjaga.

"Namun di sisi lain, agar narasi atau ajakan untuk tidak membayar pajak ini tidak semakin meluas, maka sesegara mungkin pemerintah mengevaluasi diri," ujar Maisie.

Maisie menjelaskan, narasi penolakan membayar pajak di publik mencuat karena rakyat melihat gaya hidup mewah para pejabat pajak. Selain itu, ada juga persoalan korupsi yang pada akhirnya menurunkan kepercayaan publik atas Ditjen Pajak Kemenkeu.

"Hingga mengakibatkan masyarakat malas membayar pajak," tutur Maisie.



Simak berita dan artikel lainnya di Google News

Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu

Bagikan

BERITA TERKAIT

Ternyata, 5 Bos Pabrik Baja Gelapkan Pajak Bermodus Faktur Fiktif

Ternyata, 5 Bos Pabrik Baja Gelapkan Pajak Bermodus Faktur Fiktif

BANTEN
Purbaya Injak Rem untuk Batasi Kebijakan DJP yang Dinilai Bikin Gaduh

Purbaya Injak Rem untuk Batasi Kebijakan DJP yang Dinilai Bikin Gaduh

EKONOMI
Pungutan Pajak Bumi dan Bangunan Jaksel Tembus 107,9 Persen

Pungutan Pajak Bumi dan Bangunan Jaksel Tembus 107,9 Persen

EKONOMI
Bisa Gratis, Ini Cara Cek PBB Jakarta 2026 Online

Bisa Gratis, Ini Cara Cek PBB Jakarta 2026 Online

NASIONAL
Ramai Isu APBN Hanya Bertahan 3 Bulan, Purbaya: Tidak Benar

Ramai Isu APBN Hanya Bertahan 3 Bulan, Purbaya: Tidak Benar

EKONOMI
Tiru Iran, Purbaya Ingin Pungut Pajak Selat Malaka

Tiru Iran, Purbaya Ingin Pungut Pajak Selat Malaka

EKONOMI

BERITA LAINNYA

Loading..
ADVERTISEMENT
ADVERTISEMENT
ARTIKEL TERPOPULER





Foto Update Icon