Ramai Isu APBN Hanya Bertahan 3 Bulan, Purbaya: Tidak Benar
Jumat, 24 April 2026 | 19:52 WIB
Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan, kabar yang menyebut anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) hanya mampu bertahan selama tiga bulan tidak benar. Ia memastikan kondisi fiskal nasional tetap terjaga.
“Mereka bilang kan 3 bulan waktu itu, kan berarti 2 bulan lagi. Juni, Juli, tetapi keadaannya enggak seperti itu,” kata Purbaya di Jakarta Selatan, Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, isu tersebut muncul akibat noise atau persepsi negatif yang berkembang dan menggambarkan kondisi ekonomi seolah memburuk dalam waktu dekat. Ia menyebut pemerintah kini telah memperbaiki komunikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.
Purbaya juga menegaskan sejumlah isu kebijakan, termasuk rencana pengenaan pajak tertentu, bukan lagi menjadi agenda pemerintah. Saat ini, fokus diarahkan pada pembenahan sistem yang sudah berjalan.
“Pajak sudah enggak ada lagi. Pajak orang kaya, pajak PPN untuk jalan tol, dan lain-lain itu enggak ada. Kalau mereka melihat rencana strategis, rencana strategis kalau saya bilang enggak ada. Kenapa? Lebih baik saya rapikan yang ada sekarang dan kurangi kebocorannya semaksimal mungkin,” ujarnya.
Ia mengakui masih terdapat potensi kebocoran dalam sistem perpajakan. Karena itu, pengawasan internal diperketat, termasuk dengan langkah rotasi pegawai jika ditemukan indikasi kejanggalan.
“Masih cukup besar bocornya dan masih ada yang main-main. Saya sekarang lihat perilaku pegawai-pegawai pajak kita. Kalau kelihatan agak aneh dari angka-angka, kita langsung mutasi dengan cepat,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia menilai sentimen negatif sebelumnya juga dipicu kurangnya koordinasi komunikasi internal, tetapi kondisi tersebut kini telah dibenahi.
“Namun, sentimen negatif yang disebutkan tadi harusnya enggak ada di sistem. Ini mereka waktu itu belum komunikasi dengan saya. Sekarang sudah dirapikan. Jadi saya akan hilangkan noise semaksimal mungkin dari Kementerian Keuangan,” katanya.
Ia memastikan sistem pelaporan internal akan diperkuat agar setiap persoalan strategis dapat segera ditangani.
“Pelaporan saya akan saya buat bagus, sehingga setiap ada masalah yang penting, mereka laporkan ke saya,” ujarnya.
Di tengah berbagai isu tersebut, Purbaya menegaskan sejumlah lembaga internasional tetap memberikan penilaian positif terhadap ekonomi Indonesia, seperti JPMorgan Chase, Islamic Development Bank, dan S&P Global Ratings.
“Jadi banyak noise yang membuat menimbulkan sentimen negatif di mana-mana. Ini padahal lembaga dunia bilang, orang menganggap kita dengan miring kan? Padahal lembaga dunia yang paling canggih sudah bilang bagus. JPMorgan, IDB, S&P juga enggak komplain banyak. Dia hanya nanya,” pungkasnya.
Simak berita dan artikel lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel Beritasatu
BERITA TERKAIT
BERITA LAINNYA
Trump Larang Pungutan Biaya di Selat Hormuz
B-FILES
Diplomasi Internasional demi Benefit Nasional
Khamami Zada
Negara yang Ikut Berkurban
Timothy Ivan Triyono
Piala Dunia 2026: 2 Gol Undav Bawa Jerman Comeback Lawan Pantai Gading




